Advertisement

LUMUT GADA, Selaginella adalah marga lumut gada yang dominan di daerah tropika yang biasanya dijumpai menjalar di tanah di hutanhutan yang lembap. Kebanyakan jenisnya merupakan tumbuhan yang agak tidak menonjol sehingga sering mudah disalahtafsirkan sebagai lumut yang besar, karena batangnya memiliki sejumlah besar daun kecil-kecil, dan inilah sebabnya mengapa mereka disebut lumut gada. Namun, kesamaan itu hanyalah superfisial, sebab pada lumut sejati, daun dan batang berupa generasi seksual haploid, sedangkan pada Selaginella daun dan batang ini merupakan generasi diploid penghasil spora.

Ada beberapa ratus jenis Selaginella di daerah tropik, tetapi penampilan umumnya sangat mirip satu sama lain, dan dikelompokkan menjadi sebuah seksi dari marga ini. Deskripsi berikut, walaupun hanya didasarkan pada dua jenis khas (S. martensii dan S. kraussiana) dari seksi ini, akan berlaku juga bagi sebagian besar jenis Selaginella.

Advertisement

Ciri-ciri Vegetatif

Selaginella memiliki batang merayap (prostrate) dan menjalar yang bercabang-cabang pada jarak pendek. Percabangannya monopodial (yaitu titik tumbuh yang sama secara tetap merupakan titik tumbuh utama) walaupun dekat titik tumbuh itu tampaknya dikotomi, sebab batang utama dan cabang yang baru terbentuk tumbuh sama suburnya untuk sementara waktu (4.7). Namun, pada bagian yang lebih tua dari tumbuhan ini batang utamanya tumbuh lebih subur daripada cabangnya, sehingga perbedaan antara keduanya dapat menjadi nyata. Batang memiliki banyak daun kecil-kecil yang dipisahkan oleh ruas yang jelas pada bagian yang lebih tua, tetapi terkelompok pada ujung pertumbuhan. Daunnya ada dua macam dan tersusun pada empat baris membujur. Ada dua baris daun dorsal yang kecil dan dua baris daun ventral yang besar. Susunan ini menunjukkan kedorsiventralan yang jelas pada pucuk vegetatifnya. Dekat pangkal tiap daun terdapat tonjolan kecil mirip selaput dan terletak dorsal yang disebut ligula, yang ter sangat jelas pada daun yang masih sangat muda, sebab ligula mudah layu dan hilang. Ligula ini tidak diketahui fungsinya, tetapi kehadirannya dapat diusut kembali ke zaman Karbon (250 — 300 juta tahun yang silam); ketika itu ligula terdapat pada Lepidodendrales, yaitu suatu kelompok besar tumbuhan fosil yang mungkin memiliki nenek-moyang sama dengan Selaginella.

Sistem perpucukannya terikat ke tanah oleh suatu struktur tak berdaun dan tak berwarna, yang disebut rizofor, yang bentuknya mirip akar, tetapi tidak memiliki tudung akar. Rizofor itu muncul satu-satu atau lebih secara berpasangan pada tiap percabangan batang dan tumbuh vertikal ke bawah menuju tanah. Setelah mencapai tanah, ujungnya mengeluarkan akar-akar liar yang memiliki tudung akar dan memiliki ciri-ciri anatomi akar sejati. Struktur rizofor merupakan peralihan antara batang dan akar, dan terdapat bukti fosil yang menunjukkan bahwa rizofor itu mewakili suatu tipe organ yang pernah ada sebelum akar dan batang berevolusi secara independen.

Pertumbuhan pada Selaginella, seperti halnya pada segenap tumbuhan darat yang sejauh ini telah dibahas, seluruhnya mengujung (apical), yaitu setiap sel pada tubuh tumbuhan itu berasal dari sel-sel meristem yang terletak di ujung tiap pucuk dan tiap akar. Tubuh tumbuhan dewasa, seperti halnya pada paku, memiliki sistem penghantar berupa xilem dan floem.

Perkembangbiakan

Tumbuhan Selaginella yang diuraikan di atas adalah general:

sporofit dan lambat-laun akan menghasilkan percabanga:Ada dua macam sporangium, yaitu mikrosporangium dan megasporangium. Sporofil yang berisi sporangium itu dibedakan menjadi mikrosporofil dan megasporofil. Awalan mikro dan mega mengacu kepada ukuran spora yang berada di dalam sporangium itu, bukan kepada sporangium itu sendiri, yang kira-kira sama besarnya. Mikrosporangium berisi sejumlah besar spora kecil, mikrospora, sedangkan megasporangium berisi sejumlah kecil spora besar, megaspora. Kedua macam sporangium ini terdapat pada strobilus yang sama, dan megasporangium biasanya ada dalam sporofil yang lebih bawah letaknya. Tumbuhan yang menghasilkan mikrospora dan megaspora disebut tumbuhan yang heterospori.

Tiap macam sporangium tersusun atas sebuah tangkai yang pendek, sebuah dinding sporangium setebal dua sel, sebuah lapisan tunggal (tapetum) sel-sel hara dan sebuah massa tengah berupa sel-sel induk spora yang membelah diri secara meiosis dan membentuk spora haploid. Di dalam mikrospo-rangium, semua atau hampir semua sel induk spora meng-alami meiosis dan membentuk sejumlah besar mikrospora. Di dalam megasporangium juga mula-mula terdapat banyak induk spora yang semuanya mengalami degenerasi kecuali satu butir. Sel yang berhasil hidup itu ukurannya menjadi besar sekali dan membelah diri secara meiosis menjadi sebuah tetrad (yaitu satu kelompok yang terdiri atas empat) megaspora besar yang, menurut caranya tersusun dalam tetrad, secara garis besar berbentuk piramid. Degenerasi sel induk megaspora di dalam megasporangium menunjukkan suatu jalan yang mungkin dilalui ketika keadaan heterospori berevolusi dari keadaan homospori.

Gametofit

Kedua maam spora pada Selaginella itu masing-masing berkecambah menjadi macam gametofit yang berbeda; mikrospora menjadi gametofit jantan, sedangkan megaspora berkembang menjadi gametofit betina. Baik mikrospora maupun megaspora biasanya mulai berkecambah sebelum lepas dari sporangium. berkembang dari sel bawah, sedangkan sel atas (yang disebut suspensor) memulai pertumbuhan selanjutnya mendesak embrio yang sedang berkembang ke dalam jaringan protalus betina (4.11). Embrio segera terorganisasi menjadi poros akar-batang yang mula-mula diberi makan melalui alat sementara yang disebut kaki. Kaki ini muncul sebagai sebuah penonjolan embrio pada sisi yang berseberangan dengan suspensor, dan membenamkan diri di bagian bawah protalus tempat menyerap makanan untuk embrio. Ketika poros embrio memanjang, poros ini akan menembus jaringan protalus sampai mencuat melalui retakan pada dinding megaspora. Dari tahap perkembangan ini ke tahap perkembangan selanjutnya protalus betina berdegenerasi, sedangkan embrio memantapkan diri sebagai suatu sporofit muda yang bebas.

 

Advertisement