Advertisement

LUMUT DAUN, Lumut daun (Musci) merupakan kelas yang lebih besar dari kelas yang membentuk Briofita. Banyak tumbuhan yang menurut pengertian umum disebut ‘lumut’, sebenarnya menurut pengertian botani bukanlah lumut, misalnya lumut zada (club mosses) adalah kerabat paku, dan lumut spanyol Spanish moss) mungkin adalah tumbuhan berbiji yang :ermasuk dalam suku nanas-nanasan (Bromeliaceae). Lumut ejati mencakup sejumlah besar jenis, yang selain satu atau qua kekecualian yang patut dicatat, seperti lumut sfagnum jog mosses, Sphagnum sp.), susunan umumnya sangat mirip .atu sama lain, walaupun di dalamnya banyak sekali terdapat ariasi-variasi kecil. Funaria hygrometrica adalah salah satu ari beberapa lumut yang penyebarannya hampir kosmopoIitan dan karena memiliki sifat yang paling khas di antara Danyak lumut lain, maka jenis ini diambil sebagai contoh yang :epat untuk menggambarkan sifat-sifat kelompok ini. Lumut ini tidak berakar, tetapi pangkal setiap batangnya rertancap ke tanah oleh filamen bersel banyak dan bercabang, disebut rizoid, yang memiliki dinding-silang miring. Jika tanah sekeliling suatu tumbuhan Funaria muda yang sehat dipisahkan dengan hati-hati, ternyata bahwa sistem rizoidnya luar biasa ekstensif. Lebih lanjut terbukti bahwa rizoid itu bercabang-cabang sekurang-kurangnya ada tiga tingkatan ukuran besarnya. Dari pangkal batang muncullah sejumlah rizoid yang cokelat dan kaku, tumbuh vertikal ke bawah, masuk ke tanah sedalam kurang-lebih 1 cm. Sepanjang jalur (strands) jangkar utama ini keluarlah percabangan lateral secara bebas dan lebih halus yang masing-masing memiliki lagi percabangan yang lebih halus. Anak cabang rizoid terujung berlekatan dengan partikel tanah, dan seperti halnya rambut akar pada tumbuhan tinggi, bagian terujung ini memiliki berbagai bentuk distorsi sesuai dengan kontak yang terjadi antara dindingnya dengan partikel tanah.

Pertumbuhan pucuk yang berdaun terjadi sebagai akibat kegiatan sebuah sel ujung yang terletak paling jauh dari batang (3.6b). Sel ini berbentuk segi empat agak mirip piramid terbalik yang dasarnya melengkung dan muncul ke atas, sedangkan ketiga sisinya tertanam pada jaringan di sekelilingnya. Pembelahan mitosis pada sel ujung ini diikuti oleh pembentukan sebuah dinding sel baru yang sejajar dengan salah satu dari ketiga sisi yang mengarah ke bawah. Pada setiap pembelahan akan terbentuk sebuah sel baru yang ceper dan sel ujung itu lalu tumbuh sebesar sel asal. Dengan urutan yang cepat dan teratur sel-sel terpotong sejajar dengan masing-masing dari ketiga sisi menurut cara yang tertera pada 3.6c. Sel-sel derivat ini membelah diri, baik secara antiklin maupun secara periklin, dan membentuk jaringan keseluruhan sistem pucuk itu. Mula-mula daun berupa penonjolan sel-sel superfisial tepat di belakang sel ujung, dan karena itu terbentuk dalam tiga tingkatan. Selama pemanjangan batang berikutnya, susunan tiga tingkatan ini segera hilang dan daun-daun tersusun spiral seperti pucuk dewasa.

Advertisement

 

Advertisement