PENGERTIAN LAUT

adsense-fallback

PENGERTIAN LAUT – Suatu massa air asin yang menggenangi se­bagian besar permukaan bumi dan menguraikannya menjadi benua-benua dan pulau-pulau. Istilah laut, lautan, dan samudera pada dasarnya adalah sama. Lautan merupakan istilah yang dipakai untuk laut yang sangat luas dan dalam. Lautan disebut juga sa­mudera. Istilah lautan juga dipakai untuk menyebut gabungan beberapa laut yang menjadi satu. Laut me­rupakan fenomena besar bagi kehidupan di bumi ka­rena keberadaannya sangat mempengaruhi iklim dan cuaca. Lautan selalu bergelombang dan permukaan­nya berubah terus-menerus, tak pernah diam. Makin mendalam dipelajari gelombang laut itu, akan makin terasa tak beraturan perilakunya.

adsense-fallback

Meskipun setiap tempat memberikan nama yang berbeda bagi lautnya, sebenarnya di dunia hanya ada satu lautan yang sangat besar. Lautan ini terbagi oleh benua-benua dan banyak pulau. Dulu, sebelum ter­bukti bahwa bumi bulat, anggapan orang tentang laut berbeda-beda. Salah satu anggapan awal menyatakan laut sebagai sungai yang sangat lebar. Di seberang su­ngai asin yang sangat lebar ini terdapat tepi dunia, dan di tepi dunia ini, tak ada apa-apa.

Laut atau lautan menutup 71 persen permukaan bu­mi; volumenya 1.370 juta kilometer kubik. Secara langsung maupun tak langsung, laut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan di muka bumi karena 61 per­sen permukaan bumi belahan utara dan 81 persen per­mukaan bumi belahan selatan adalah laut. Karena itu pula banyak manusia yang tertarik untuk mempelajari laut, termasuk kehidupan di dalamnya, gelombang dan arusnya, pengaruhnya terhadap iklim dan cuaca, serta energi sangat besar yang dikandungnya. Laut dapat di jumpai banyak tumbuhan dan hewan yang dapat dimanfa­atkan.

Pembagian Lautan.

Meskipun semua perairan sebenarnya merupakan satu rangkaian, dunia interna­sional sekarang secara umum mengakui adanya lima samudera di bumi, yakni Samudera Atlantik, Pasifik, Hindia, Arktika, dan Antartika. Laut seperti perairan yang diperbesar atau diperkecil luasnya dan hanya memiliki beberapa pemisah, termasuk batas-batas alam seperti benua, mata rantai pulau-pulau, dan batas arbitrasi.

Karena tidak mempunyai pembatas yang jelas de­ngan Atlantik, beberapa ahli menganggap Samudera Arktika (Samudera Kutub Utara) dapat dikelompokkan ke dalam Lautan Atlantik. Demikian pula, Lautan Antartika, yang juga tidak memiliki batas alam yang memisahkannya dari tiga samudera terbesar bisa juga dianggap sebagai bagian dari tiga samudera lainnya. Maka dapat dikatakan, di bumi hanya terdapat tiga sa­mudera, Atlantik yang juga mencakup Arktika dan Antartika, Hindia yang mencakup Antartika, serta Pa­sifik yang mencakup Antartika.

Sebelum itu, samudera mencakup juga laut-laut yang berbatasan dan yang menghubungkannya. Contohnya, Laut Baltik, Laut Hitam, dan Laut Tengah merupakan bagian darf Samudera Atlantik. Istilah laut, selat, dan teluk dipakai untuk menandai pemilah­an samudera tidak dengan batasan yang pasti, dan hingga sekarang, tidak ada satu sistem penamaan ba­gian samudera yang pernah dipakai secara luas. Di mana-mana, batas daratan dan ciri relief dasar laut di­pakai untuk menetapkan batas, tetapi bila batas serupa itu tak ada, garis khayal digunakan untuk membagi­nya. Namun kadang-kadang batas didasarkan pula atas pertimbangan politis, biasanya dengan fokus pa­da masalah keamanan. Paduan banyak hal, seperti to­pografi dasar laut, arus laut, kondisi kehidupan, dan ciri alam lainnya, pernah diusulkan sebagai cara lain untuk penentuan batas ini.

Samudera Pasifik adalah samudera terbesar dan, bila dirata-ratakan, juga merupakan lautan yang terdalam, yakni sekitar 4.270 meter di bawah permukaan air laut. Luasnya mencapai 165.200.000 kilometer persegi. Pi khatulistiwa, Pasifik terentang sepanjang 18.000 kilometer, hamper setengah keliling bumi. Amerika Utara dan Amerika Selatan berada di sebe­lah timur Pasifik, sedangkan Asia dan Australia bera­da di sebelah baratnya. Tempat-tempat yang terdalam di Pasifik adalah Palung Mariana (sebelah barat daya Guam, dalamnya sekitar 11.033 meter), dan Palung Mindanao (11.516 meter). Pasifik berarti penuh keda­maian., meskipun di dasar lautnya terdapat beribu-ri­bu gunung berapi yang sering meletus dan merupakan pusat banyak gempa bumi.

Samudera Atlantik adalah lautan yang luasnya menduduki nomor dua, yakni sekitar 81.660.000 kilo­meter persegi. Btla kita melihat peta, di sebelah timur Samudera Atlantik adalah Benua Eropa dan Afrika, sedangkan Amerika Utara dan Amerika Selatan ada di baratnya. Rata-rata kedalamannya mencapai 4.27q meter. Yang terdalam Palung Puerto Riko (8.648 me­ter), dan palung di timur Kepulauan Sandwich Selatan (8.264 meter).

Lautan Hindia yang luasnya sekitar 73.442.000 ki lometer persegi dibatasi Benua Asia di sebelah utara Benua Afrika di barat, dan Indonesia serta Benua Australia di timur. Rata-rata kedalamannya mencapai 3.960 meter. Bagian terdalamnya yang terletak di se­belah selatan Pulau Jawa mencapai kedalaman 7.725 meter.

Lautan Arktika luasnya 9.485.000 kilometer perse­gi. Lautan Arktika berada di Kutub Utara, di sebelah utara Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Rata-rata ke­dalamannya 1.330 meter di bawah permukaan air, dan tempat terdalamnya mencapai 5.450 meter. Es menu­tup sebagian besar permukaannya hampir sepanjang tahun. Pada musim panas, es di permukaannya terpe- f cah-pecah menjadi bagian-bagian yang terapung.

Lautan Antartika berada di Kutub Selatan, menge­lilingi Benua Antartika. Lautan ini tidak memiliki pe­misah alam yang pasti dengan tiga samudera lainnya, yakni Pasifik, Atlantik, dan Hindia, sehingga banyak ahli mengatakan bahwa Samudera Antartika bukan­lah samudera yang terpisah sendiri. Namun, untuk mempermudah penyebutannya, dunia sepakat mema­kai garis khayal untuk memisahkannya dari ketiga sa­mudera yang lain.

Air Laut memiliki kepadatan sekitar 1,03, sedikit lebih besar dibandingkan dengan air tawar yang kepa­datannya 1,00. Air laut terasa asin karena mengan­dung, rata-rata, sekitar 3,5 persen garam, sehingga bo­bot jenis air laut menjadi lebih besar dibandingkan air tawar. Kegararnan (tingkat kandungan garam) air laut berbeda-beda; perbedaannya bergantung pada banyak faktor, termasuk kedalaman, tingkat penguapan, dan ada tidaknya peredaran arus. Kegararnan permukaan laut di khatulistiwa mencapai 3,5 persen karena peng­uapan yang tinggi diimbangi dengan curah hujan yang tinggi pula. Di daerah garis balik utara-selatan subtro­pis, kegararnan meningkat hingga mencapai 3,7 per­sen. Hal ini terjadi karena penguapan yang terjadi ti­dak diimbangi dengan curah hujan yang tinggi. Di laut yang tertutup dari arus laut bebas, seperti Laut Tengah dan Laut Merah, kegararnan bisa meningkat hingga mencapai 4,00 persen.

Berdasarkan Teori Archimedes, daya apung sama dengan bobot air yang dipindahkan. Jadi, daya apung yang dihasilkan air laut, karena kerapatannya lebih besar. Ada beberapa macam garam yang terkandung di dalam air laut. Yang terbanyak adalah garam dapur atau natrium klorida, yakni 77,75 persen. Garam lain­nya adalah magnesium klorida, 10,89 persen; magne­sium sulfat, 4,73 persen; kalsium sulfat, 3,60 persen; kalium sulfat, 2,46 persen; kalsium karbonat, 0,35 persen; dan magnesium bromida, 0,21 persen. Berba- ‘ gai garam yang terkandung di dalam air laut sedikit­nya tersusun atas enam unsur, bila diuraikan berdasar- j^n unsur-unsur penyusunnya. Yang terbanyak ada­lah klor, yakni 55,2 persen. Kemudian berturut-turut natrium, 30,5 persen; magnesium, 3,7 persen; bele­rang 2,5 persen; kalsium, 1,2 persen; kalium, 1,1 persen dan unsur-unsur lainnya 5,8 persen.

Gelombang Laut. Bila diamati dari pantai, air laut terlihat tidak pernah berhenti bergerak. Gerakan atau gelombang air laut bertautan dengan angin, gempa bumi, dan daya tarik gravitasi bulan serta matahari. Di pantai, kita bisa menyaksikan gelombang yang dise­babkan angin. Besarnya gelombang bergantung pada penyebab bergeraknya, angin lokal ataukah badai dari seberang lautan. Pada saat terjadinya gelombang, air bergerak naik turun, dan bukannya bergerak ke depan secara horizontal. Jadi gelombang di tengah laut ada­lah gelombang diam. Air baru mulai bergerak menda­tar, bila gelombang mendekati daratan (daerah dang­kal) dan mulai terseret di dasar laut.

Saat memukul pantai, gelombang membawa pasir ke darat dan menimbunnya. Gelombang juga meng­gerakkan pasir di sepanjang pantai. Untuk meng­hentikannya, harus dibangun penghalang gelombang (dinding untuk meredam hempasan gelombang). Ge­lombang akibat badai umumnya sangat kuat. Di laut bebas, gelombang badai bisa naik lebih tinggi dari 12 meter dan mampu membawa batu sangat besar serta melemparkannya ke pantai. Selain mampu meng­hempaskan kapal besar ke batu karang, gelombang ju­ga dapat mengikis batuan. Gelombang yang terus-me­nerus menghempas bisa menghancurkan batu besar menjadi kerikil dan pasir.

Gempa bumi dan pergeseran kerak bumi di dasar laut sering menyebabkan timbulnya gelombang besar yang bergerak beberapa ratus kilometer per jam. Ge­lombang ini terkenal dengan nama tsunami. Awam kadang menyebutnya gelombang air pasang, mes­kipun sebabnya bukanlah tarikan bulan. Kebanyakan tsunami berawal dari Jepang, Alaska, atau Chile kare­na banyak gempa bumi terjadi di daerah ini. Para ahli selalu mencoba meramalkan kecepatan gerak dan lin­tasan tsunami untuk memperingatkan daerah-daerah yang mungkin dilewatinya. Di permukaan laut bebas, tsunami hampir tak nyata kelihatan, namun bila me­masuki teluk atau pelabuhan karena pengaruh dasar laut yang mendangkal, gelombang-gelombang ini bi­sa bergabung menjadi satu dan menjadi sangat tinggi dan berbahaya. Tsunami dapat menyerang dan menenggelamkan kota.

Arus Laut adalah air laut yang bergerak secara ho­rizontal dan kadang-kadang memiliki lintasan edar te­tap. Karena terbatasnya peralatan dan frekuensi pene­litian, pengetahuan mengenai arus-arus permukaan jauh lebih lengkap dibandingkan dengan yang mengangkut arus bawah air.

Ada tiga jenis arus utama, yakni arus pasang surut karena gravitasi bulan dan matahari; arus yang dise­babkan angin atau gesekan antara permukaan laut dan angin; dan arus yang terjadi karena adanya distribusi kepadatan dalam air laut.

Di antara ketiga arus itu mungkin arus pasanglah yang paling mudah dikenali, terutama di pantai, kare­na arus ini menyebabkan turun-naiknya permukaan air. Pasang surut disebabkan oleh daya tarik bulan dan matahari. Air pasang dapat diamati pada saat permu­kaan gelombang-gelombang yang menerpa pantai naik sedikit demi sedikit. Dan air surut terjadi ketika gelombang-gelombang pantai tampak mundur dan permukaan airnya turun. Karena permukaannya naik selama pasang naik, air laut bisa memasuki muara su­ngai berkilometer jauhnya. Arus pasang ini terlihat le­bih jelas di laut yang terkurung dibandingkan dengan di laut terbuka.

Arus angin dapat ditemui di semua bagian laut. Bila angin bertiup cukup lama dan berhembus cukup ken­cang, secara pei lahan-lahan angin mempengaruhi air di permukaan untuk bergerak. Kemudian air di keda­laman turut terpengaruh. Meskipun tidak lepas dari pengaruh-pengaruh lain, beberapa angin tetap, antara lain Angin Monsun, Angin Barat, dan Angin Kutub Timur, membentuk pola arus laut yang berlaku tetap sepanjang tahun.

Arus yang terjadi karena adanya perbedaan dan dis­tribusi kepadatan air menjadi arus tetap di beberapa tempat, termasuk Arus Kuroshio, Arus Teluk atau Arus Jepang. Arus-arus ini terus mengalir, setidaknya dalam kurun waktu tertentu, karena terjadinya dis­tribusi kepadatan air, meskipun semua daya peng­gerak arus berhenti beraksi. Kepadatan air yang ber­beda-beda sangat dipengaruhi oleh pemanasan, penguapan, dan pendinginan yang terjadi pada air laut.

Pada siang hari, permukaan air laut yang secara terus-menerus  sinar matahari, akan menjadi panas dan mengalami proses penguapan. Air yang bersuhu lebih tinggi akan berada di atas karena lebih ringan. Air di lapisan bawah yang tidak kena sinar ma­tahari, dan karena itu bersuhu lebih rendah, tetap di bagian bawah karen? lebih berat. Keadaan setimbang ini mulai berubah karena tiupan angin. Angin yang terus-menerus berhembus akan menggerakkan air, ka­rena air di permukaan bergerak dan menguap, sehing­ga air di bawah yang lebih dingin akan bergerak ke atas. Terciptalah arus karena distribusi kepadatan.

Walaupun secara keseluruhan penyebab arus laut sudah diketahui, hingga saat ini, mekanisme yang me­ngendalikannya belum dapat dijelaskan dengan pasti. Sekarang belum ditemukan teori lengkap yang dapat menghitung pola peredaran air laut, dan karena itu, para ahli ilmu kelautan sangat bergantung pada besar­nya tingkat penelitian yang dilakukan untuk menge­tahui arus-arus laut. Itu pun sering salah dan di berba­gai kedalaman laut, di daerah tertentu, tidak diketahui keadaan yang sebenarnya. Pergantian musim dan berbagai variasi lainnya da­lam pemanasan, pendinginan, dan berhembusnya a- ngin mempengaruhi terjadinya arus laut yang tidak pernah selalu konstan posisi, arah, dan kecepatannya. Karena itu pula, dalam penyajian berbagai arus pada diagram atau peta arus selalu ditampilkan keadaan ra­ta-ratanya, yang berubah pada setiap pergantian mu­sim, bahkan mungkin pada tiap pergantian bulan.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback