Advertisement

PENGERTIAN LAUT PASIR TENGGER – Sebuah kaldera yang ter­letak di Pegunungan Tengger. Jaraknya dari Surabaya 130 kilometer, dari kota Probolinggo 41 kilometer. Kaldera ini merupakan kaldera terbesar di Pulau Ja­wa. Kaldera ini mirip padang pasir yang luas, sekitar 5.000 hektar. Di dalam lautan pasir ini terletak puncak Gunung Bromo (2.329 meter) dan Gunung Batok (2.440 meter). Puncak lainnya, Gunung Semeru (3.676 meter), masih termasuk rangkaian Pegunungan Tengger tetapi terletak di luar laut pasir.

Laut Pasir Tengger dapat dicapai dengan sarana angkutan umum dari Probolinggo hingga ke desa Ngadisari. Dari desa Ngadisari, orang harus berjalan kaki atau naik kuda sejauh 5 kilometer. Selain lewat Probolinggo, tempat ini dapat juga dicapai lewat Tumpang atau Nongkojajar. Namun yang termudah tetap jalur Probolinggo.

Advertisement

Di tengah kaldera ini orang dapat mencapai kawah Bromo. Di tempat itu mereka dapat mencium bau belerang, menyaksikan kepulan asap, dan mendengar suara gemuruh karena keluarnya gas dari kawah.

Pasir yang terdapat di sini berasal dari Gunung Bro­mo yang telah meletus 41 kali sejak tahun 1804 hing­ga 1972. Suhu pada malam hari pada mencapai 7°C.

Masyarakat Tengger yang menganut Hindu Dharma masih percaya bahwa tempat ini merupakan per­mukiman dewata. Mereka memegang teguh warisan tradisi nenek moyang, salah satunya upacara Kasodo. Konon, nama Tengger merupakan akronim nama dua orang, yaitu Roro Anteng dan Joko Seger. Legenda tentang keduanya menjelaskan bagaimana upacara Kasodo itu berawal mula.

Advertisement