Advertisement

KUNCI BOTANI, Sebelum informasi mengenai suatu tumbuhan tertentu dapa: diperoleh, nama ilmiah suatu tumbuhan haruslah diketahui. Untuk memperoleh nama ini perlu dikesampingkan dahulu nama-nama semua tumbuhan yang tidak termasuk pada satu tumbuhan tertentu, sampai hanya tinggal satu nama yang tentunya merupakan nama tumbuhan yang sedang diamati itu. Identifikasi ini dilakukan dengan menggunakan satu kunci botani yang tersusun atas ‘satu seri pernyataan yang berlawanan dari sifat yang istimewa dan dianggap konstan. yang disusun sedemikian rupa, sehingga dibimbing oleh proses eliminasi untuk menjumpai nama tumbuhan yang dimaksud, jadi membedakannya dari tumbuhan yang berkerabat atau sedikit banyak bersamaan’ (W. T. Stearn).  kita ingin mendeterminasi satu suku dari jenis pohon bunga yang sudah banyak dikenal, jakaranda (jacaranda rnimostfolia). Jakaranda sudah jelas tumbuhan dikotil, sebab tumbuhan in memiliki pangkal batang yang besar yang terbentlik karena pertumbuhan sekunder, anak daunnya memiliki peruratar menj ala, dan bunga tabung yang terbentuk menurut Leguminosae (alternatif Tang ada pada petunjuk :,.ertama), sebab bunganya memiliki bakal buah sinkarp yang -_,erdaun buah dua dan karenanya cocok dengan petunjuk iedua. Tanda titik dua di ujung petunjuk ini langsung mengarahkan kita ke kuplet berikutnya yang bernomor 2 pada sisi sebelah kiri. Perlu dicatat bahwa pada kunci yang _k-dang digunakan ini pernyataan yang berlawanan ini ertakik (indented) sama jauhnya dari pinggir kiri, sehingga kata pertama dari petunjuk kedua terletak langsung di bawah kata pertama dari petunjuk pertama. Pada kuplet kedua ada erny ataan alternatif tentang apakah daun makota bebas atau Derfusi. Karena tumbuhan yang sedang dipersoalkan mempunvai makota yang gamopetal, maka tumbuhan tersebut cocok dengan petunjuk kedua yang menuntun kita ke bawah ke kuplet 5, melampaui kuplet 3 dan 4 yang hanya cocok bagi :umbuhan yang berbunga polipetal. Karena tumbuhan itu nemiliki bunga yang hipogin, yang cocok ialah petunjuk Dertama dari kuplet 5 yang mengarahkan kita ke kuplet 6. Karena memiliki bunga yang zigomorf dengan lima cuping makota dan empat benang sari fungsional, maka tumbuhan itu cocok dengan petunjuk kedua dari kuplet 6, sedangkan kuplet 7 dan 8 dilampaui. Petunjuk ini mengidentifikasikan iakaranda sebagai anggota suku Bignoniaceae.

Dalam kunci dikotomi yang baik hendaknya tidak ada kerancuan (ambiguity) antara kedua alternatif itu, dan jika mungkin setiap kuplet hendaknya tersusun atas beberapa sifat yang kontras pertama-tama dengan yang paling jelas. Hendaknya ada suatu aturan yang tak dapat diubah bahwa kedua petunjuk dari satu kuplet itu harus dibaca sebagai satu kesatuan sebelum ditentukan yang mana yang cocok untuk spesimen itu. Alternatif yang kontras hendaknya menunjuk ke sifat-sifat yang mudah diamati bukan hanya pada tumbuhan yang masih segar tetapi juga pada tumbuhan kering yang diawetkan sebagai spesimen herbarium. Warna daun makota, misalnya, merupakan sifat yang tidak memuaskan, sebab warna akan selalu hilang dalam proses pengeringan. Jika ukuran dipakai, hendaknya dinyatakan dengan tepat, misalnya panjang daun 6-10 cm, lebarnya 2-3 cm; kata sifat seperti ‘besar’, ‘kecil’ dan ‘sangat besar’ praktis tak dapat digunakan bagi keperluan identifikasi tumbuhan. Untuk pembuatan suatu kunci botani dapat digunakan sifat-sifat bagian mana pun dari tumbuhan. Pemakai kunci itu sering menghadapi material yang tak lengkap, sehingga is • tidak dapat menentukan petunjuk yang mana yang dapat diterapkan pada spesimen yang sedang diidentifikasinya. Dalam hal ini, kedua petunjuk itu hendaknya diikuti dahulu pada seluruh kunci. Sering kali akan segera jelas bahwa salah satu petunjuk mengikuti satu lintasan yang di dalamnya tidak ada kecocokan antara pernyataan dan tumbuhan, dan jika hal ini terjadi lintasan alternatif dapat dianggap benar. Jika kedua petunjuk itu masing-masing berakhir dengan satu nama, kemudian untuk memutuskan nama-nama yang tepat spesimen harus dibandingkan dengan pertelaan terperinci kedua jenis tersebut. Pada beberapa kunci dikotomi petunjuk dari semua kuplet dicetak sama rata pada pinggir kiri, tetapi tidak perlu diragukan lagi bahwa jika ruangan memungkinkan kunci dikotomi bertakik adalah tipe yang terbaik. Kunci dikotomi bertakik ini memiliki kelebihan daripada tipe kuncikunci lain, karena tipe ini dapat memperlihatkan lebih jelas tumbuhan yang mana yang paling mirip satu dengan lainnya, dan juga menunjukkan sifat-sifat yang dimiliki bersama yang dapat dipakai untuk membedakannya dari kelompok tumbuhan lain. Dengan alasan inilah, maka kunci dikotomi bertakik digunakan pada kebanyakan Flora tropik modern (umpamanya Flora of Barbados, Flora of West Tropical Africa, Flora of Tropical East Africa, Flora Zambesiana dan Flora Malesiana). Meskipun demikian, kunci ini belum digunakan secara luas, sebab kunci ini memerlukan lebih banyak ruang dan lebih mahal jika dicetak.

Advertisement

Pada kebanyakan Flora terdapat kunci yang terpisah untuk suku, untuk marga, dan untuk jenis. Kunci untuk membeda-kan jenis dalam satu marga sering dapat disusun dengan beberapa cara, sebab urutan pembagian lebih lanjut perbedaan-perbedaan antara jenis yang relatif kecil sering hanva merupakan persoalan kesenangan individu. Walaupun demikian, kunci untuk membedakan suku cenderung kurang fleksibel, sebab kunci ini mencerminkan sifat-sifat pokok dar suku. Walaupun maksud pemakaian kunci itu adalah untuk mengidentifikasi tumbuhan melalui jumlah langkah yang sesedikit mungkin, pengalaman yang diperoleh dari penggunaan kunci itu sendiri (terutama kunci suku) sangat berharga. sebab dengan pemakaian kunci ini akan disadari bahwa tumbuhan memiliki sejumlah pola yang dapat dikenal.

 

Advertisement
Filed under : Ilmu Alam,