PENGERTIAN KRANIOLOGI

adsense-fallback

PENGERTIAN KRANIOLOGI – Suatu ilmu tentang perbedaan ukur­an, bentuk, dan proporsi tengkorak di antara ras-ras manusia. Kranium atau tengkorak terdiri atas dua bagian, yaitu neurokranium yang membungkus otak, dan splanknokracyum yang membentuk muka. Kalvarium sama dengan neurokranium, sedangkan atap tengkorak (calotte) adalah bagian kalvarium tanpa da­sar tengkorak.

adsense-fallback

Tengkorak dipelajari untuk mengetahui perubah­an-perubahan filogenetis, ontogenetis, pengaruh geo­grafis, patologis, dan artifisial untuk bidang antropo­logi yang luas, antara lain paleoantropologi, pertumbuhan dan perkembangan, ilmu-ilmu forensik, dan lain-lain.

Metode yang dikembangkan dalam kraniologi ada­lah kranioskopi dan kraniometri. Kranioskopi adalah teknik pengamatan untuk mendapat ciri-ciri pada tengkorak, permukaan tulang, bentuk, kelainan (ano­mali dan deformasi), perkiraan umur dan jenis kela­min; profil adalah projeksi garis tepi tengkorak dilihat dari samping; norma adalah pengamatan hal-hal yang penting dan khusus dari suatu sudut pandang: atas, ba­wah, depan, belakang, serta sisi kanan dan kiri. Untuk menilai dengan benar, tengkorak harus diletakkan pa­da posisi tertentu, misalnya posisi Broca, Virchow (Frankfurt) atau Perez. Kraniometri adalah teknik pengukuran pada tengkorak. Untuk melakukan peng­ukuran dengan tepat ditentukan titik pengukuran, yang terpenting adalah glabella, nasion, nasospinale, prosthion, infradentale, pogonion, gnathion, fronto- temporale, ectoconchion, orbitale, zygion, bregma, lambda, opisthocarnion, izion, opisthion, basion, eur- yon, coronale, dan barion. Dari titik-titik ini dapat diukur jarak,,busur, dari “sudut. Dari hasil pengukuran jarak dan busur dapat dibuat rasio atau indeks untutc memperoleh gambaran bentuk dan formula untuk pe­naksiran.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback