Advertisement

PENGERTIAN KORUPSI – Dari kata Inggris corruption, artinya perbuatan buruk atau tindakan menyelewengkan da­na, wewenang, waktu, dan sebagainya untuk kepen­tingan pribadi, sehingga menyebabkan kerugian bagi pihak lain. Karena akibatnya yang merugikan itu ko­rupsi digolongkan sebagai tindak pidana.

Tindak pidana korupsi sudah dilakukan orang di In­donesia sejak jaman sejarah raja-raja tradisional, ja­man penjajahan Belanda, jaman pemerintahan Orde Lama, hingga saat ini, jaman Orde Baru. Sebenarnya korupsi tidak hanya dilakukan oleh pegawai negeri atau pejabat negara saja.

Advertisement

Beroagai bentuk korupsi juga dilakukan oleh kar­yawan perusahaan swasta, para pedagang, dan bahkan pengusaha. Tetapi dalam praktiknya, perbuatan ko­rupsi yang banyak disoroti oleh publik selalu dikait­kan dengan pejabat negara.

Ada bermacam-macam bentuk korupsi, tetapi pada dasarnya segala bentuk perbuatan korupsi dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu penyelewengan dana dan penyalahgunaan wewenang. Bentuk perta­ma, penyelewengan dana, dapat dirinci lagi dalam tiga bentuk penyelewengan, yaitu pengeluaran fiktif, ma­nipulasi harga pembelian atau nilai kontrak, peng­gelapan dana atau pencurian langsung dari kas.

Sumber Korupsi. Ada lima bidang kegiatan yang dianggap sebagai sumber perbuatan korupsi, yaitu proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang, bea dan cukai, perpajakan, pemberian izin usaha, serta pemberian fasilitas kredit.

Dalam proyek pembangunan fisik dan pengadaan barang, penyelewengan yang terjadi dapat menyang­kut harga, kualitas, dan komisi. Di bidang bea dan cukai, korupsi menyangkut manipulasi bea masuk barang dan penyelundupan administratif. Dalam per­pajakan, korupsi terjadi pada proses penentuan besar­nya pajak. Di bidang pemberian izin usaha dan pem­berian fasilitas kredit perbankan, korupsi terjadi berupa penyelewengan komisi dan jasa dalam bentuk pungutan liar.

 

Advertisement