Advertisement

PENGERTIAN KOOONG – Novel keempat karya Iwan Simatupang (1928-1970) setelah Ziarah (1969), Merahnya Merah (1968) dan Kering (1972). Kooong ditulis pengarang­nya untuk dikutsertakan dalam sayembara novel baca­an dewasa dan remaja yang diselenggarakan IKAPI pada tahun 1968. Namun novel ini tidak mendapatkan hadiah apa pun , walaupun direkomendasikan untuk diterbitkan.

Kooong ditulis dengan nama samaran Kebo Kena­nga. Baru pada tahun 1975 Kooong diterbitkan oleh Pustaka Jaya, setelah direkturnya, Ajip Rosidi, me­ngetahui bahwa Kebo Kenanga adalah Iwan Simatupang. Begitu terbit, novel tipis ini mendapat perhatian khusus para pengamat sastra ketika itu, karena kete­naran Iwan Simatupang dengan novelnya yang kon­troversial.

Advertisement

Kooong mengisahkan seekor burung perkutut yang tidak mampu berkicau, namun menjadi masalah besar bagi pemiliknya, Pak Sastro, ketika burung itu meng­hilang. Bahkan seluruh desa gempar akibat hilangnya burung perkutut bule itu. Ketika si burung tidak kun­jung ditemukan, Pak Sastro sampai pada kesadaran eksistensial tentang dirinya, dan tidak mau pulang.

Novel yang bersifat simbolis ini oleh pengarang­nya disebut “dongeng modern”. Tema pokoknya adalah keterasingan manusia modern yang sampai pada kesimpulan bafiwa hidup adalah mencari. Novel ini tidak dapat dipahami secara konotatif, sebuah novel puitik, yang walaupun tampaknya berbicara menge­nai “ini” tetapi makna sebenarnya “itu”.

Advertisement