Advertisement

Konsep ‘Soma’, Tumbuh suatu organisme bersel tunggal tidak hanya makan dan tumbuh, melainkan juga berkembang biak setelah mencapai ukuran tertentu. Perkembangbiakan pada organisme bersel tunggal penting sebagai kelanjutan proses pertum-buhan, sebab protoplasmanya sebagai penyusun organisme itu terus meningkat ukurannya, walaupun hanya dapat naik sampai melebihi ukuran tertentu dengan jalan membelah diri dan membentuk dua individu baru atau lebih. Selama lingkungannya memungkinkan, pertumbuhan dan perkembangbiakan akan sinambung tak terbatas, karena itu makhluk bersel tunggal memiliki potensi hidup langgeng dalam arti makhluk ini tidak mati karena ‘usia tua’. Sebaliknya sebagian besar tumbuhan tinggi dan hewan tinggi mempunyai fungsi makan dan tumbuh yang terpisah dari fungsi perkembangbiakannya. Pada organisme-organisme ini ada bagian tubuh tertentu atau disebut ‘soma’ yang mengalami kematian karena usia tua, walaupun keadaan lingkungannya menguntungkan atau tidak, dan satu-satunya sel yang secara potensial tidak mati adalah sel perkembangbiakan, sebab sel ini sajalah yang mampu tumbuh menjadi individu baru dari jenis itu.

Soma, baik pada tumbuhan maupun pada hewan, mula-mula tumbuh ketika sel-sel tertentu memisahkan diri khusus untuk gizi dan pertumbuhan (sel-sel somatik), meninggalkan bagian sisanya yang keseluruhannya ter dalam perkem-bangbiakan (sel-sel nutfah = germ cells). Perbedaan antara sel-sel somatik dan sel-sel nutfah lebih jelas pada hewan tinggi dibandingkan dengan pada tumbuhan tinggi, sebab sekurangkurangnya beberapa dari sel somatik sebagian besar tumbuhan telah mempertahankan kemampuan jenisnya untuk berbiak dengan berbagai cara yang disebut pembiakan vegetatif. Perbedaan ini sudah pasti berhubungan dengan fakta bahwa sel-sel tumbuhan pada umumnya sangat kurang berspesialisasi ke fungsi-fungsi tertentu daripada sel-sel hewan.

Advertisement

 

 

Advertisement