Advertisement

KONSEP KOMUNITAS TUMBUHAN, Tumbuhan telah diuraikan menu-rut struktur dan proses-proses yang memungkinkan mereka tumbuh dan berkembang biak. Tetapi survei tentang kehi-dupan tumbuhan tidak lengkap bila hanya segi-segi tersebut yang ditinjau, sebab dalam kondisi alami tumbuh-tumbuhan (dan hewan) hidup bersama-sama dalam berbagai komunitas. Bila semua tumbuhan di sebuah pulau di samudra diangkat dan Anda ditugasi untuk menanamnya kembali di tempat asalnya, Anda akan segera sadar bahwa tumbuh-tumbuhan yang akan ditanam di tempat tertentu tidak dapat dipilih secara acak dari flora pulau tersebut, tetapi mereka membentuk suatu kumpulan yang pasti. Beberapa tumbuhan mempunyai penyebaran yang luas, yang lain hanya terdapat di kawasan pesisir, beberapa lagi hanya ada di puncak gunung, sedangkan yang lainnya lagi bahkan hanya tumbuh di kebunkebun. Bila Anda sudah menyelesaikan tugas tersebut Anda sebenarnya telah merekonstruksi beberapa komunitas yang dapat dikenal dan khas Meskipun alasan-alasan yang tepat tentang kehadiran dan ketidakhadiran berbagai tumbuhan dalam suatu komunitas tertentu sukar untuk ditentukan karena adanya interaksi antara berbagai faktor yang mengendalikannya, alasan-alasan umumnya tidak berbelit-belit. Seperti halnya dengan sebagian orang yang mempunyai diet khusus sedangkan sebagian lagi mempunyai selera yang universal, demikian pula dengan berbagai tumbuhan yang berbeda sangat beranekaragam dalam keperluan fisiologinya. Agar suatu tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang biak dengan baik, semua keperluan tersebut hams terpenuhi, dan ini dapat terlaksana bila lingkungan menyediakannya. Oleh karena itu, setiap turn-buhan dikatakan mempunyai suatu kisaran toleransi tertentu terhadap kondisi luar. Sebagian tumbuhan dapat berhasil tumbuh dalam kondisi lingkungan yang beraneka ragam, dan karenanya cenderung tersebar luas. Tumbuhan lainnya yang mempunyai kisaran toleransi yang lebih sempit hanya terdapat pada tempat-tempat yang dapat menyediakan keperluan-keperluan khusus. Akhirnya beberapa jenis mempunyai keperluan sangat khusus yang hanya dapat dipenuhi oleh suatu tempat yang sangat khusus pula; contoh yang sangat mencolok adalah jenis-jenis mangrove yang tumbuh pada tempat-tempat yang dipengaruhi air masin, dan punggu api atau serenta bumi (Drosera spp.) yang hanya terdapat pada gambut yang masam. Tumbuhan yang termasuk dalam kelompok terakhir ini disebut tumbuhan penunjuk atau tumbuhan indikator karena kehadiran tumbuhan tersebut memberikan petunjuk nyata kondisi yang berlaku. Beberapa di antara tumbuhan indikator dimanfaatkan ahli-ahli pertanian dan rimbawan untuk menentukan penggunaan lahan secara tepat guna. Tumbuhan lainnya digunakan dalam pencarian bijih-bijih mineral karena penyebarannya berkaitan erat dengan tanah yang sangat kaya akan mineral-mineral tertentu; sebagai misal, di Zaire, Crotolaria cobalticola dan Silene cobalticola adalah indikator yang baik sekali bagi deposit-deposit kobal.

Alasan kenapa berbagai jenis tumbuhan yang berbeda terdapat bersama-sama dalam suatu komunitas adalah karena kisaran toleransinya terletak dalam cakupan atau meluas sampai ke batas-batas lingkungan suatu tempat tertentu ( 12.2). Dengan demikian, pengaruh lingkungan terhadap komposisi floristik suatu komunitas adalah terutama pengaruh yang selektif, yaitu kondisi lingkungan pada suatu

Advertisement

tempat adalah sedemikian rupa sehingga hanya memungkin-kan pertumbuhan sebagian tumbuhan yang ada dalam daerah tersebut. Kesamaan umum komposisi jenis berbagai komuni-tas yang terdapat pada tempat-tempat yang serupa dalam kawasan geografi yang sama dapat dikenal dengan mudah. Misalnya saja, suatu komunitas pesisir sepanjang garis pantai berpasir di mana saja di daerah tropik selalu dicirikan dengan kehadiran jenis-jenis tumbuhan menjalar tertentu, seperti Ipomoea pes-caprae (tapak kuda) yang hanya tumbuh pada tanah pasir dekat laut. Meskipun demikian perlu dikemukakan bahwa suatu jenis tertentu dalam suatu komunitas di suatu tempat mungkin tidak terdapat dalam komunitas serupa di tempat lain hanya karena tempat kedua ini terletak di luar jangkauan pemencaran biji-biji induknya.

Berbagai kondisi lingkungan yang mempengaruhi pertum-buhan dan menentukan komposisi jenis berbagai komunitas tumbuhan disebut faktor-faktor habitat. Kata habitat (bahasa Latin yang berarti menghuni) semula digunakan untuk me-nunjukkan macam tempat (misalnya laguna) yang ditumbuhi oleh tumbuhan tertentu, tetapi sebagai istilah ekologi, arti habitat telah berubah menjadi jumlah semua faktor yang menentukan kehadiran suatu tumbuhan atau komunitas tumbuhan. Faktor-faktor ini tidak hanya mencakup kondisi fisik dan kimia (misalnya iklim dan tanah) yang berlaku, tetapi juga pengaruh berbagai organisme terhadap organisme lainnya. Berbagai hewan, terutama manusia, mempunyai pengaruh yang luas terhadap komunitas tumbuhan, dan karenanya hewan harus dipandang sebagai salah satu faktor dalam lingkungan tumbuhan. Penelaahan tentang hubungan antara berbagai organisme dengan lingkungannya merupakan pokok persoalan dalam ekologi. Ekologi tumbuhan merupakan disiplin ilmu yang menelaah berbagai masalah seperti kenapa jenis-jenis tumbuhan tertentu secara teratur menghuni daerah baru, atau kenapa vegetasi suatu daerah berubah mengikuti waktu. Singkatnya tujuan ekologi adalah untuk memahami kehidupan tumbuhan dalam habitat alaminya.

 

 

Advertisement
Filed under : Ilmu Alam,