PENGERTIAN KONGLOMERAT

adsense-fallback

PENGERTIAN KONGLOMERAT – Dalam ilmu kebumian, adalah kerikil yang bergumpal menjadi satu karena ikatan zat perekat alamiah. Zat perekatnya mungkin lumpur dan pasir atau tanah liat. Proses perekatannya terjadi sete­lah pecahan batu-batuan ini, umumnya batu-batu ke­rikil, terpendam di dalam lapisan batuan endapan lain. Konglomerat bisa terbentuk setelah melewati masa pengendapan yang sangat lama. Ada sejenis kong­lomerat yang disebut juga balu puding karena penam­pilan fisiknya yang berwarna-warni.

adsense-fallback

Konglomerat berpenampilan mirip dengan breksia {breccia), hanya saja butir-butir batuan breksia bersu­dut lebih tajam. Rombakan konglomerat ukurannya bisa sekecil batu kerikil hingga sebesar bongkah. Bila pecah terus-menerus menjadi lebih halus, kong­lomerat akan berubah sedikit demi sedikit menjadi ba­tu pasir. Pecahannya biasanya berupa kuarsa, rijang, batuan gunung api, batu pasir, kadang-kadang juga berupa batu gamping.

 

PENGERTIAN KONGLOMERAT- Menurut pengertian semula, adalah organisasi perusahaan yang mengembangkan usahanya dengan cara membeli saham perusahaan- perusahaan lain (akuisisi), atau bergabung dengan pe­rusahaan lain (merger), yang kegiatan bisnisnya ber­beda dengan perusahaan induk. Dengan demikian terbentuklah kelompok perusahaan yang sahamnya sebagian besar dimiliki oleh satu orang atau sekelom­pok pengusaha dan bergerak di bermacam-macam bi­dang usaha.

Istilah populer untuk konglomerat di Indonesia adalah “kelompok perusahaan”, atau “grup.” Bebera­pa konglomerat besar di Indonesia antara lain Grup Astra, Grup Mercu Buana, Grup Bimantara, dan Grup Berdikari. Pada tahun 1986 di Indonesia terdapat le­bih kurang 70 kelompok perusahaan yang masing- masing mempunyai lebih dari 15 anak perusahaan.

Ciri-ciri khusus konglomerat di Indonesia antara lain: (1) umumnya memiliki hubungan erat dengan pemerintah; (2) sebagian besar merupakan perusaha­an keluarga; (3) diversifikasi bersifat luas dan dilaku­kan secara serentak; (4) mempunyai kerja sama de­ngan perusahaan asing dalam bentuk usaha patungan, pembelian lisensi, atau sebagai agen distribusi; (5) memanfaatkan dana dari luar sebagai tambahan mo­dal, tetapi tetap mempertahankan kepemilikan keluar­ga. Modal tambahan tersebut mereka peroleh dari pin­jaman bank, penanaman modal asing dalam bentuk patungan, maupun kredit luar negeri; (6) memanfaat­kan tenaga manajer profesional, tetapi pada umumnya saham sepenuhnya milik keluarga, dan jabatan-jabat­an kunci dipegang oleh anggota keluarga pemilik.

 

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • pengertian konglomerat

adsense-fallback