Advertisement

PENGERTIAN KONG PEGASI – Dalam Gereja Katolik, mempunyai beberapa arti yang berhubungan dengan arti asli kata Latin congregatio, yaitu hidup atau berada bersama, perkumpulan, pertemuan.

Kongregasi-kongregasi Kuria Kepausan merupa­kan lembaga administrasi tertinggi kepausan dengan bidang tertentu. Inti setiap kongregasi sebagai lemba­ga kolegial adalah rapat dan pertemuan (<congregatio) beberapa kardinal dan uskup diosesan berbagai nega­ra. Masalah penting diputuskan dalam rapat pleno (se­kali setahun), dan masalah yang lain diputuskan pada rapat biasa; tetapi masalah sangat penting dan luar biasa harus diberitahukan lebih dahulu pada paus dan pernyataan-pernyataan resmi pada Kongregasi Iman. Sekarang ini (1988) terdapat sembilan kongregasi.

Advertisement

Kongregasi Ajaran Iman (dulu Sanctum Officium yang dikepalai paus) melindungi dan memajukan ajaran iman dan moral, menyelidiki buku dan karang­an yang diduga menyimpang atau menentang ajaran iman. Mengurusi pernyataan batalnya perkawinan. Komisi Kepausan untuk Alkitab dan Komisi Interna­sional Teolog-teolog tergabung pada kongregasi ini.

Kongregasi Gereja-gereja Timur bertanggung ja­wab atas segala urusan dengan Ritus-ritus Timur; para batrik dan kepala Ritus-ritus Timur menjadi anggota kongregasi ini. Setiap ritus mempunyai bagian khusus dalam kongregasi ini.

Kongregasi Ibadah dan Sakramen membawahkan segala yang menyangkut pemberian dan penerimaan sakramen, kecuali pembatalan perkawinan.

Kongregasi Proses Pernyataan Orang Kudus mengawasi segala langkah yang perlu diambil sebe­lum seseorang dinyatakan sebagai Orang Kudus dan dihormati di seluruh Gereja. Keputusan terakhir yang menentukan diambil paus.

Kongregasi Uskup-uskup menangani keuskupan (mendirikan, mengubah, meniadakan) dan pengang­katan para uskup, administrator, prefek dan vikaris apostolik. Komisi untuk Amerika Latin bergabung pa­da kongregasi ini.

Kongregasi Penginjilan (Propaganda Fidei) diben- tuk tahun 1622 untuk menata kegiatan misioner dan mengatasi hambatan pihak pemerintah Portugis dan Spanyol. Kongregasi ini berjasa dalam mendirikan se­minari untuk klerus pribumi, memajukan inkulturasi, dan mencetak naskah dalam berbagai bahasa Afrika dan Asia.

Kongregasi Klerus bertanggung jawab atas bidang seperti pendidikan teologi, hidup rohani, disiplin imam dalam karya keuskupan, pembagian klerus da­lam wilayah-wilayah; selain itu atas pewartaan iman dan katekese, pembinaan umat dan atas pengurusan milik religius.

Kongregasi Lembaga-lembaga Hidup Bakti dan Institut Sekular membidangi urusan dengan ordo dan kongregasi religius.

Kongregasi Seminari dan Lembaga Pendidikan menangani sekolah Katolik, seminari, perguruan ting­gi Katolik dan lembaga serta organisasi ilmiah.

Kongregasi adalah salah satu bentuk lembaga reli­gius, nama baru yang digunakan oleh KHK 1983 da­lam Kan 573-704, yang tidak lagi membedakan antara ordo lembaga hidup bersama atas dasar kaul meriah) dan kongregasi. Namun perbedaan itu tidak dihapus, tetapi ditentukan oleh hukum lembaga yang bersang­kutan. Kongregasi adalah lembaga hidup bersama menurut tiga Nasihat Injili (kemiskinan, tidak menikah demi Kerajaan Allah, ketaatan) dengan mengikat diri dengan mengikrarkan kaul sederhana. Kaul meriah dan sederhana dibedakan berdasarkan akibat hukum, misalnya dispensa:! kaul dapat diberikan hanya oleh paus (meriah) atau oleh pimpinan kongregasi (sederhana).

Kaul meriah berakibat orang yang bersangkutan ti­dak dapat memiliki sesuatu. Dalam kongregasi dibe­dakan kongregasi kepausan yang konstitusinya diakui Roma dan kongregasi keuskupan yang disahkan seo­rang uskup diosesan.

Di Indonesia terdapat banyak kongregasi untuk pria (Misionaris Hati Kudus, Kongregasi Misi di Surabaya, para Bruder Budi Mulia) dan untuk wanita (para Suster Fransiskanes).

Kongregasi Maria didirikan pada tahun 1563 oleh P. Yoanes Leunis S.J., bagi para murid Kolese S.J. di Roma. Selama abad ke-16 sampai ke-18 kongregasi tersebar luas, sangat berjasa dan berhasil menguatkan iman banyak siswa, mahasiswa dan tokoh awam yang berpengaruh dalam masyarakat luas. Kekuatannya di­himpun dari Latihan Rohani S. Ignasius dan meditasi. Para anggotanya adalah orang awam yang berusaha mencapai kesempurnaan hidup atas dasar spiritualitas yang mantap. Setelah pembubaran Ordo Yesuit (1773) jumlah anggota Kongregasi Maria bertambah banyak, tetapi mutunya merosot. Pembaharuan diusa­hakan sesuai dengan cita-cita Konsili Vatikan II da­lam General Principles (1967). Pada tahun 1971 Kongregasi Maria berganti nama menjadi Christian Life Communities (CLC) yang mengutamakan kuali­tas pembinaan rohani perorangan, yang atas dasar penghayatan iman supaya memberi teladan dalam pergaulan sehari-hari dan mengamalkan profesi seca­ra bermutu dan etis. Di Indonesia Kongregasi Maria berkembang (sejak 1886 di Surabaya) di kalangan mahasiswa, para ibu dan pemuda; jumlah anggotanya pernah mencapai 30.000 di Flores, Jawa dan Sulawe­si. Kongregasi pribumi pertama didirikan para calon guru di Muntilan (1912).

Advertisement