PENGERTIAN KONFERENSI USKUP

adsense-fallback

PENGERTIAN KONFERENSI USKUP – Senegara mulai diadakan sebagai pengganti sinode atau konsili partikular, kare­na kurang resmi sifatnya: para uskup Perancis (1561- 1788), Belgia (sejak 1830), Jerman (sejak 1848) dan Amerika Serikat (1923) merintis bentuk baru kolegia- litas para uskup ini, yang baru menjadi umum pada Konsili Vatikan II (1962/65). Kini (1988) terdapat 103 konferensi uskup di seluruh dunia.

adsense-fallback

Dokumen-dokumen konsili menganjurkan konfe­rensi uskup, karena menjadi suatu unsur struktur ge­rejani yang diperlukan pada jaman ini untuk mewu­judkan Gereja sebagai persekutuan dan untuk memajukan penginjilan. Prinsip subsidiaritas dan tanggung jawab pastoral menuntut adanya lembaga ini juga.

Sikap kritis beberapa konferensi terhadap ensiklik Humanae Vitae (1968) membuat Roma khawatir, ma­ka Sinode Uskup Sedunia (1969) meminta agar hu­bungan antara Kuria Romana dan konferensi-konfe­rensi uskup nasional lebih lancar. KHK (1983) menyebut 82 pokok supaya ditentukan lebih konkret oleh konferensi-konferensi uskup. Konferensi uskup adalah suatu lembaga tetap, yang mencakup para us­kup senegara atau wilayah tertentu, yang bersama-sa­ma melaksanakan pelbagai tugas pastoral. Tujuan konferensi adalah meningkatkan kesejahteraan yang diberikan Gereja kepada manusia dan hierarki kepada umat beriman wilayah yang bersangkutan (KHK 447). Konferensi uskup didirikan oleh paus (Kan 449 paragraf 1), berstatus badan hukum, bertindak kolegial; para anggotanya adalah semua uskup dan semua yang^aa&nurut hukum disamakan dengan -mereka (misalnya prefek atau vikaris apostolik, abas terito- – rial; lihat Kan 368). Statuta perlu disahkan paus; si­dang diadakan sekurang-kurangnya sekali setahun dan dipimpin ketua. Organ konferensi adalah presi­dium atau dewan harian dan sekretariat jenderal.

Terdapat kerja sama antara konferensi-konferensi uskup nasional, misalnya dalam Federasi Konferensi- konferensi Uskup Se-Asia (FABC) yang berkedu­dukan di Hong Kong. Kerja sama itu terdapat di selu­ruh dunia. Konferensi tidak selalu bersifat nasional, misalnya Konferensi Inggris dan Wales serta Konfe­rensi Skotlandia.

Dalam persiapan Sinode Uskup Luar Biasa pada ta­hun 1985 beberapa wakil konferensi menekankan bahwa konferensi uskup adalah sarana autentik pelaksanaan kolegialitas. Karena itu sinode tersebut minta agar dasar teologis konferensi uskup diperdalam.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback