PENGERTIAN KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA

adsense-fallback

PENGERTIAN KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA – Ba­dan keolahragaan tertinggi di Indonesia. Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah untuk (1) mengkoordinasikan dan membina setiap kegiatan olahraga amatir di seluruh Indonesia, (2) membentuk manusia Indonesia seutuhnya, yang sehat jasmani maupun ro- khaninya, (3) membina dan mengupayakan agar Indo­nesia mampu berprestasi dalam bidang olahraga di tingkat nasional, regional, dan internasional, (4) me­mupuk dan membina persahabatan serta persaudaraan antarbangsa melalui olahraga, antara lain dengan mengadakan hubungan dan menjadi anggota organisasi keolahragaan amatir regional dan internasional seperti olimpiade, (5) memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Dengan demikian, se­suai dengan tujuan didirikannya organisasi itu, KONI menjadi pendamping dan pembantu pemerintah da­lam membina dan membangun olahraga amatir di In­donesia.

adsense-fallback

Susunan Keanggotaan KONI dimulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, kota madia, kota adminis­tratif, dan propinsi. Pusatnya di Jakarta sejak tanggal 31 Desember 1966. Keanggotaan KONI terbuka bagi setiap organisasi keolahragaan yang bersifat nasional. Anggota KONI terdiri atas anggota biasa dan anggota luar biasa. Setiap anggota memiliki hak, antara lain, mengikuti setiap kegiatan KONI, termasuk Pekan Olah Raga Nasional (PON) dan SEA Games. Di sam­ping lebih dari 34 top organisasi yang menjadi ang­gota KONI, terdapat juga induk organisasi fung­sional, seperti, POPSI, BKOMI, Bapor, Panorab, YPOC, SIWO, dan Perwosi.

Pimpinan KONI pusat, disebut pimpinan I pusat, merupakan pimpinan eksekutif KONI tertinggi. Me­reka dipilih dalam sidang Musyawarah Olah Raga Nasional (Musornas) dan diselenggarakan setiap 4 ta­hun sekali. Pimpinan KONI Pusat bertugas selama empat tahun, terdiri atas 1 ketua umum, 2 wakil ketua umum, 6 orang ketua bidang, yang masing-masing membawahi bidang pembinaan prestasi, pengem­bangan & penelitian, dana & usaha, daerah, dan hu­bungan luar negeri, 1 sekretaris jenderal dan wakil­nya, 1 bendahara dengan wakilnya.

Di dalam menjalankan tugasnya, Ketua Umum KONI Pusat didampingi pelindung, badan penyantun, dewan kehormatan, dan dewan penasihat. Pelindung Pimpinan KONI Pusat adalah presiden dan wakil pre­siden. Selain itu, ia menunjuk salah seorang wakil ke­tua umum menjadi ketua harian, yang bertindak seba­gai dan atas nama ketua umum KONI Pusat.

Pimpinan KONI Pusat dimulai sejak periode tahun 1967 sampai 1990, bergantian dipimpin Hamengku Buwono IX dan Dr. Azis Saleh. Hamengku Buwono memimpin KONI Pusat sampai periode masa bakti 1981-1986, dan periode 1986-1990. Pada periode itu, yang bertindak sebagai wakil ketua umum adalah Su­rono, Ali Said, dan Soeweno.

Wakil ketua umum untuk tiga periode (1971-1975, 1976-1980, dan 1981-1986) adalah D. Soeprajogi dan Gatot Soewagio. Sebagai Komite Olimpiade Indone­sia, KONI merupakan anggota Internasional Olympic Committee (IOC), Association of Nationals Olympic Committee (ANOC), dan Olympic Council of Asia (OCA). Untuk itu, organisasi ini kerap mengadakan hubungan dengan organisasi regional dan internasio­nal yang berada dalam ketiga organisasi olahraga olimpiade tersebut.

Sejarah kelahiran KONI tidak terlepas dari terbentuknya organisasi Kogor (Komando Gerakan Olah Raga) yang merupakan organisasi keolahragaan di Indonesia pada masa orde lama. Organisasi ini di­bentuk untuk mensukseskan penyelenggaraan Asian Games IV 1962 di Jakarta.

Dari Kogor akhirnya dibentuk Dewan Olah Raga Republik Indonesia (DORI). Tujuannya mengatasi kemelut di bidang olahraga. Karena tidak membawa hasil, pada tanggal 13 Desember 1965, di bentuk Se­kretariat Bersama Organisasi-organisasi Olahraga Nasional Indonesia (Sekber). Pencetus ide pemben­tukan Sekber antara lain, Jonosewoyo, Kombes (Pol) Drs. Tjuk Soeyono MPA, Drs. Ferry Sonneville, dan Kol. Saelan.

Pada saat yang bersamaan, Departemen Olahraga (Depora) berganti fungsi menjadi Direktorat Jenderal Olahraga, di bawah Departemen Pendidikan dan Ke­budayaan. Sementara itu, atas permintaan pimpinan Sekber kepada DORI dan Presiden Sukarno, yang ke­mudian dikukuhkan oleh Surat Keputusan Presiden RI No. 143A dan 156A/1966, DORI berganti nama menjadi Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KO­NI).

Dalam musyawarah antara Dirjen Olahraga (di ma­sa itu Supardi) dan Sekber, diputuskan (1) menjadikan organisasi keolahragaan di Indonesia sebagai organi­sasi non-pemerintah, (2) membantu pemerintah dalam merencanakan kebijaksanaan umum di bidang olahra­ga dan, (3) mewujudkan prinsip demokrasi dalam ola­hraga, agar tidak dikendalikan atau dikomando hanya oleh satu orang atau golongan tertentu. Hasil yang di­capai dari pertemuan ini kemudian dibahas dalam per­temuan panitia kecil Musyawarah Organisasi-organi­sasi Induk Olahraga. Pada tanggal 31 Desember 1966, jam 12.00 WIB KONI diresmikan.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • pengertian koni
  • apa itu koni
  • pengertian dari komite olahraga indonesia
  • pengertian kotni
  • pengertian tentang koni

adsense-fallback