PENGERTIAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA

adsense-fallback

PENGERTIAN KOMITE NASIONAL PEMUDA INDONESIA – Disingkat KNPI, organisasi kepemudaan yang didiri­kan pada tanggal 23 Juli 1973 oleh para pimpinan or­ganisasi pemuda dan mahasiswa. KNPI didirikan se­bagai wadah berhimpun dalam gerak dan langkah bersama demi tercapainya cita-cita generasi muda In­donesia, yaitu suatu Kehidupan bangsa dan negara yang iebih baik. KNPI lahir karena setelah usai kon­flik nasional tahun 1965-1966 yang ditandai dengan lahirnya Orde Baru, kehidupan dan gerak langkah se­sama generasi muda Indonesia kembali diwarnai oleh suasana mementingkan loyalitas primordialnya ma­sing-masing, dan, sadar atau tidak sadar, terkotak-ko- tak dalam garis-garis partai politik dan ideologi yang berbeda-beda.

adsense-fallback

Keadaan seperti ini jelas tidak menguntungkan ke­hidupan bangsa dan negara pada umumnya. Oleh se­bab itu, pada bulan Maret 1972, beberapa pimpinan organisasi massa pemuda dan mahasiswa ekstra uni­versiter yang bergabung dalam Panitia Nasional Un­tuk Seminar Keluarga Berencana (PNPKB) mencapai kesepakatan mengenai perlunya suatu wadah tunggal kegiatan pemuda Indonesia. Sejak itulah diseleng­garakan beberapa kali pertemuan antara pimpinan Pe­muda Ansor, GPM, Pemuda Muslimin, GAMKI, Pe­muda Katolik, Pemuda Muhammadiyah, GPI, HMI, GMNI, PMKRI, GMKI, PMII, dan Koordinasi Pemu­da Mahasiswa Golkar. Muara akhir pertemuan itu adalah kesepakatan untuk membentuk KNPI.

Kelahiran KNPI itu ditandai dengan penanda­tanganan Deklarasi Pemuda Indonesia oleh para pim­pinan organisasi massa pemuda dan mahasiswa ekstra universiter seperti tersebut di atas. Para penanda- tangan Deklarasi Pemuda tersebut, antara lain David Napitupulu, Cosmas Batubara, Soerjadi, Abdul Gha- fur, Akbar Tandjung, Suhardi, Chris Siner Key Timu, Albert Hasibuan, Freddy Latumahina, Ridwan Saidi, dll. Dalam perkembangannya sekarang (setelah di­keluarkannya Undang-undang no. 8 tahun 1985 ten­tang Organisasi Kemasyarakatan), organisasi-organi­sasi pemuda dan mahasiswa yang berhimpun dalam KNPI bertambah menjadi 31 buah (semula hanya 13 organisasi). Hal ini terlihat dari Keputusan Kongres Pemuda/Kongres KNPI ke-V No. I/KGR V/KNPI/- X/1987.

Berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Ru­mah Tangga KNPI hasil kongres ke-V (Oktober 1987), ditegaskan Bahwa KNPI berasaskan Pancasila, merupakan wadah berhimpunnya organisasi-organi­sasi kemasyarakatan pemuda yang berfungsi sebagai tempat kaderisasi pemuda Indonesia di dalam ikut serta bertanggung jawab dalam proses regenerasi bangsa, penyerap dan penyalur aspirasi pemuda Indo: nesia, sarana pengembangan sikap mental pemuda In­donesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan satu-satunya wadah yang mewa­kili Pemuda Indonesia di forum-forum internasional.

Tujuan KNPI adalah memelihara dan mengem­bangkan persatuan dan kesatuan pemuda Indonesia, mengembangkan kader-kader bangsa yang berkuali­tas, berwawasan kebangsaan, kreatif dan mandiri agar mampu meneruskan pembangunan demi masa depan yang lebih baik, ikut serta secara aktif dalam seluruh proses pembangunan nasional sebagai pengalaman Pancasila.

Anggota KNPI pada dasarnya adalah seluruh pe­muda Indonesia. Meskipun demikian, keanggotaan KNPI ini diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu: (1) anggota biasa, yaitu setiap warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun serta menerima De­klarasi Pemuda Indonesia, Anggaran Dasar dan Ang­garan Rumah Tangga, Program KNPI, serta peratur­an-peraturan organisasi lainnya. Di samping itu, yang dikategorikan sebagai anggota biasa pula adalah pengurus KNPI dan organisasi-organisasi kemasya­rakatan pemuda di semua tingkatan; (2) anggota luar biasa, yaitu mereka yang memiliki kemampuan dan keahlian di berbagai bidang dan menerima sifat, fung­si, serta tujuan KNPI; (3) anggota kehormatan, yaitu pejabat-pejabat resmi atau tokoh-tokoh masyarakat yang berjasa terhadap pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Kepengurusan KNPI tersebar di segenap wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, baik di tingkat propinsi (disebut DPD I), di tingkat kabupaten/kota- madia (disebut DPD II), maupun di tingkat kecamatan (disebut Brigade Pembangunan KNPI), dengan satu penguras pusat yang Berkedudukan di ibu kota nega­ra. KNPI memiliki pula apa yang disebut pelindung, yaitu pelindung utama (presiden dan wakil presiden Republik Indonesia) dan pelindung biasa yang terdiri atas beberapa orang menteri yang terkait dengan pem­binaan pemuda di Indonesia.

Di samping itu KNPI memiliki pula Majelis Pemu­da Indonesia (hanya di tingkat pusat), yang hakikat­nya adalah sebagai forum permusyawaratan bagi or­ganisasi-organisasi kemasyarakatan pemuda dan tokoh-tokoh pemuda Indonesia, yang bertugas ikut serta memberikan pokok-pokok pikiran demi kelan­caran pelaksanaan program KNPI hasil kongres, memberikan saran/pertimbangan kepada DPP KNPI, baik diminta atau pun tidak. Di tingkat I dan II diben­tuk Dewan Penasihat KNPI yang terdiri atas pimpinan organisasi-organisasi kemasyarakatan pemuda daerah tingkat I serta tokoh-tokoh pemuda daerah tingkat I.

Struktur dan personalia kepengurusan KNPI di se­mua tingkatan dipilih setiap tiga tahun sekali. Pengu­rus DPD dipilih oleh kongres, pengurus DPD I dipilih oleh Musyawarah Daerah Tingkat II, sedangkan pengurus tingkat kecamatan ditentukan oleh DPD Tingkat II dan bertanggung jawab kepada DPD Ting­kat II. Prosedur pemilihan kepengurusan KNPI dila­kukan oleh suatu tim formatur, yang diusulkan oleh Ormas Pemuda dan atau Dewan Pengurus KNPI. Ke­daulatan organisasi berada di tangan anggota dan di­laksanakan sepenuhnya oleh kongres.

Untuk mencapai tujuan organisasi, KNPI melaku­kan berbagai usaha di berbagai bidang. Di bidang ideologi, usaha-usaha KNPI meliputi: memahami, menghayati, mengamalkan, mempertahankan, serta melestarikan Pancasila dan UUD 1945; memperda­lam pengertian dan memperluas penyebarannya di ka­langan generasi muda pada khususnya dan masyara­kat pada umumnya sebagai landasan idiil dan konstitusional negara kesatuan Republik Indonesia.

Di bidang politik, KNPI berusaha mempertahankan tegaknya negara kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945; mengembangkan pola berpikir dan orientasi per­juangan generasi muda ke arah tanggung jawab dan pengabdian kepada pembangunan nasional yang diwujudkan melalui penyusunan dan pelaksanaan program-program; membina dan menggalang gene­rasi muda agar dapat menyalurkan aspirasinya yang sehat dan konstruktif melalui saluran-saluran yang semestinya; mempertebal kesadaran dan semangat generasi muda akan fungsi dan tanggung jawabnya sebagai ahli waris dan penerus cita-cita bangsa serta calon-calon pemimpin di masa depan; menggalang dan mengembangkan kerja sama antara generasi muda Indonesia dan generasi muda di seluruh dunia sebagai keikutsertaannya dalam melaksanakan per­damaian dan ketertiban dunia yang berdasarkan ke­merdekaan, keadilan sosial, persamaan hak, dan sikap hormat-menghormati. Di bidang ekonomi, KNPI berusaha turut menyukseskan pelaksanaan pembangunan nasional yang ditetapkan dalam GBHN; menggalang dan mengarahkan serta meningkatkan kemampuan dan keterampilan pemuda di bidang ekonomi; turut memperjuangkan pemerataan pembangunan dan pen­dapatan bagi seluruh rakyat, serta pelaksanaan keadil­an sosial secara menyeluruh; turut serta dalam usaha mendorong modernisasi desa, meningkatkan produk­si, memperluas kesempatan kerja dan memecahkan masalah-masalah ketenagakerjaan serta menyukses­kan transmigrasi dan koperasi. Di bidang sosial budaya, KNPI mengusahakan agar S pemuda dapat pemelihara budi pekerti yang luhur dan memiliki kesejmbangan dalam kehidupan lahir­iah dan batiniah serta mempunyai jiwa dinamis serta semangat gotong royong, menyadarkan pemuda akan pentingnya pendidikan, menanamkan kesadaran kepada pemuda akan tingginya budaya bangsa agar dalam menghayati kebudayaan Indonesia dapat me­nunjukkan nilai-nilai hidup dan makna kesusilaan; menanamkan kesadaran di kalangan pemuda tentang pentingnya masalah kependudukan, lingkungan hidup dan keluarga berencana bagi pembangunan bangsa; menanamkan kesadaran kedisplinan di kalangan pemuda.

Di bidang hankamnas, KNPI turut serta membina partisipasi generasi muda dalam usaha membela ne­gara dalam rangka sistem pertahanan keamanan rak­yat semesta, menggalang hubungan, kerja sama, dan kesatuan antara generasi muda dan ABRI sebagai ke­kuatan sosial politik dan kekuatan hankam dalam ber- sama-sama melaksanakan pembangunan nasional.

Suatu organisasi tentu saja memerlukan dana guna membiayai gerak langkah dan pelaksanaan program- programnya. Sumber dana KNPI berasal dari iuran anggota, sumbangan yang tidak mengikat, dan usaha- usaha lain yang sah.

Suatu hal yang tidak disebutkan secara eksplisit da­lam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga adalah bahwa KNPI selalu mendapat bantuan dari pe­merintah, yang diberikan oleh Sekretariat Negara dan -Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (rutin se­tiap tabun). Bantuan seperti ini dimungkinkan oleh karena sejak tahun 1978 KNPI dimasukkan ke dalam Ketetapan MPR tentang Garis-garis Besar Haluan Ne­gara (GBHN).

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • pengertian knpi

adsense-fallback