Advertisement

Klasifikasi Ganggang , Ganggang merupakan kelompok yang sangat beranekaragam dan membentuk beberapa divisi atau filum yang kesemuanya memiliki kisaran bentuk serupa. Ini menunjukkan bahwa evolusi tipe rumit dari tipe sederhana telah berlangsung secara bebas dalam masing-masing divisi yang terpisah. Kini ganggang biasa diklasifikasi menjadi tujuh atau delapan divisi yang dianggap mewakili garis-garis evolusi yang sejajar. Salah satu dari divisi ini, Cyanophyta, menurut pengertian terbatas harus dikeluarkan dari dunia tumbuhan, sebab anggotaanggotanya, yang tidak seperti pada divisi-divisi lain, mempunyai organisasi prokariota. Sebuah divisi lain. Euglenophyta, berada pada garis batas antara dunia tumbuhan dan dunia hewan, tetapi dalam buku ini akan diperlakukan sebagai anggota dunia tumbuhan, walaupun sering digabungkan dengan filum hewan Protozoa untuk membentuk filum Protista. Tentang divisi ganggang lain tiga divisi utama (Chlorophyta, Phaeophyta, dan Rhodophyta) secara tegas merupakan anggota dunia tumbuhan dan semuanya tergolong ke dalam tipe bersel banyak. Divisi-divisi ganggang dibedakan terutama atas: (1) sifat kimia pigmen fotosintesisnya, termasuk klorofil dan pigmen tambahan (accesory pigments); (2) susunan kimia makanan cadangannya, dan (3) jumlah dan tipe flagel pada sel yang bergerak dalam daur hidupnya (Tabel 2.1). Sifat tambahan seperti kandungan kimia dan struktur dinding sel, tipe perkembangbiakan, dan morfologi alat perkembangbiakan juga digunakan dalam klasifikasi, terutama pada masingmasing divisi.

Semua divisi ganggang berfotosintesis dan berklorofil a dan b-karoten, tetapi setiap divisi juga memiliki sifat tersendiri berkat paduan pigmen ekstranya. Termasuk ke dalamnya adalah klorofil lain, pigmen karotenoid seperti xantofil, dan pigmen fikobilin, yang strukturnya sama dengan pigmen empedu pada hewan. Memang nama umum beberapa divisi ganggang didasarkan atas warna pigmen tambahan yang dominan dan menutupi warna hijau klorofil.

Advertisement

Kebanyakan divisi ganggang juga memiliki sendiri-sendiri cadangan karbohidrat tertentu. Chlorophyta, seperti halnya Bryophyta dan Tracheophyta, menyimpan karbohidratnya dalam bentuk kanji, sedangkan pada Phaeophyta dalam bentuk laminarin, yaitu polimer lain glukosa sebagai ganti kanji. Paramilon dan kanji florida merupakan cadangan karbohidrat yang khas yang berturut-turut terdapat pada Euglenophyta dan Rhodophyta.

Ciri khas umum divisi ganggang yang dibahas dalam buku ini adalah sebagai berikut:

Cyanophyta. Pada Chyanophyta (ganggang hijau-biru) dua pigmen tambahan fikosianin biru dan fikoeritrin merah, menutupi warna hijau klorofil, dan mengakibatkan terjadinya berbagai warna, termasuk hijau-biru yang dipakai sebagai nama umum divisi ini. ‘Tumbuhan’ ini kecil saja ukurannya dan memiliki organisasi prokariota. Cadangan makanannya adalah kanji sianofita. Tak ada tahap berflagel dan perkembangbiakan seksualnya tak dikenal.

Euglenophyta. Pada Euglenophyta warna hijau yang menon-jol disebabkan oleh tidak tertutupnya klorofil a dan b oleh pigmen lain. Semua jenisnya berukuran mikroskopi dan kebanyakan menghuni perairan tawar. Cadangan makanannya mencakup karbohidrat paramilon.

Chlorophyta. Pada Chlorophyta (ganggang hijau), seperti halnya Euglenophyta, warna hijau yang jelas dari klorofil a dan b tidak tertutupi oleh pigmen lain. Tumbuhan ini bervariasi dari mulai bentuk bersel tunggal yang kecil sekali sampai pada tumbuhan berukuran sedang. Cadangan makanannya adalah kanji.

Phaeophyta. Pada Phaeophyta (ganggang cokelat), pigmen cokelat tambahan, yaitu fukoxantin, menutupi klorofil a dan c. Tumbuhan ini hampir semua hidup dalam laut dan beberapa di antaranya berukuran sangat besar. Cadangan makanan utamanya adalah karbohidrat, yaitu laminarin.

 

Advertisement