Advertisement

KLASIFIKASI DUNIA TUMBUHAN, Selama 20 sampai 30 tahun terakhir ini telah diajukan beberapa klasifikasi tumbuhan. Semuanya didorong oleh keinginan untuk menekankan beberapa aspek tertentu dari struktur tumbuhan atau evolusi, atau kedua-duanya. Praktisnya setiap ahli botani memiliki pendapat sendiri tentang bagaimana tumbuhan itu hendak diklasifikasi, tetapi tidak akan pernah ada cara ‘terbaik’, sebab klasifikasi yang paling cocok itu bergantung pada sudut pandangan dari arah mana tumbuhan itu dipelajari. Misalnya seorang ahli botani perfosilan, tampaknya menyukai klasifikasi yang berbeda dari yang disenangi oleh ahli kemotaksonomi. Walaupun demikian, penting sekali kita miliki beberapa sistem klasifikasi dunia tumbuhan agar ada kerangka tempat menggantungkan informasi-informasi tentang tingkatan organisasi dan kemungkinan kekerabatan berbagai tipe tumbuhan. Klasifikasi yang tercantum pada Tabel 1.1 adalah skema paling sederhana yang menyalurkan pendapat modern mengenai filogeni tumbuhan, tetapi bersamaan dengan itu juga mempertahankan kedudukan tradisional pengelompokan tertentu. Skema jalur tengah ini diambil, sebab menurut pandangan pengarang beberapa pengelompokan tradisional (umpamanya tumbuhan berbiji) dapat menarik perhatian yang lebih memudahkan terhadap konsep penting tertentu (misalnya kelakuan biji) daripada pengelompokan menurut beberapa klasifikasi mo-dern.

Dari divisi-divisi yang tertera pada Tabel 1.1, divisi yang secara kolektif tergolong sebagai ganggang pada umumnya berupa tumbuhan air sederhana, sedangkan kedua divisi lain, yaitu Bryophyta dan Tracheophyta, dibandingkan dengan yang pertama merupakan tumbuhan darat yang kompleks. Tracheophyta, seperti tampak dari namanya, dicirikan oleh adanya jaringan penghantar yang terspesialisasi, yaitu xilem dan floem, guna mengangkut air dan makanan terlarut ke seluruh bagian tubuh tumbuhan. Sporofitnya selalu merupakan generasi yang dominan dan pada fase itulah jaringanjaringan pembuluh berkembang. Istilah Tracheophyta diperkenalkan dengan maksud untuk menekankan makna filogenetik dan fisiologi sistem pembuluhnya. Tracheophyta sering juga disebut tumbuhan berpembuluh.

Advertisement

Berbagai divisi ganggang berbeda satu sama lain, walaupun kenyataannya divisi-divisi ini memiliki tahap struktur organi-sasi yang sama, tetapi bryophyta dan tracheophyta memiliki dua sifat dasar yang sama. Fakta ini mengarah ke pendapat bahwa kedua kelompok itu, walaupun tampaknya sangat beragam, berasal dari nenek-moyang yang sama-sama memiliki kedua sifat itu. Kedua sifat yang dimiliki bersama oleh bryophyta dan tracheophyta adalah sebagai berikut:

  1. Adanya semacam alat kelamin betina yang disebut arkego-nium ( 3.7d). Sebuah arkegoniu.m adalah suatu struktur berbentuk botol yang ruang utamanya ditempati oosfer (oosphere) atau sel telur yang disebut venter, yang dikelilingi oleh dinding setebal satu sel. Leher arkegonium yang berbentuk tabung, juga setebal satu sel, mengelilingi tiang tengah sel-sel saluran leher yang akan pecah jika masak dan mengeluarkan medium cair yang merupakan sarana masuknya garnet jantan (anterozoid).
  2. Adanya meiospora yang dapat disebarkan oleh angin. Baik bryophyta maupun tracheophyta memiliki pergiliran ge-nerasi, dan meiospora haploidnya dihasilkan oleh generasi sporofit yang dipencarkan oleh angin. Ada kemungkinan sifat ini penting dalam keberhasilan penutupan tanah oleh tumbuhan, sebab perkembangan berbagai spora kecil yang diadaptasi untuk disebarkan oleh angin merupakan keuntungan luar biasa bagi pendatang baru utama.

 

Advertisement