Advertisement

Kecakapan intelektual, Kecakapan intelektual warganegara dalam melihat berbagai persoalan politik dan pemerintahan tidak dapat dipisahkan dalam materi civic education. Kemampuan warganegara untuk memikirkan isu politik secara kritis, yaitu memahami isu itu, berikut sejarahnya, keterkaitannya dengan masa kini; serta merangkainya dengan piranti¬piranti intelektual untuk membuat berbagai pertimbangan yang akan bermanfaat dalam menangani isu tersebut. Karena itu, kecakapan intelektual yang menjadi dasar bagi warganegara yang bertanggungjawab dan terdidik (sadar informasi) ini sering disebut sebagai kecakapan berpikir kritis.

Untuk membangun kecakapan berpikir kritis bagi warganegara, perlu dibangun terlebih dahulu kesadaran kritisnya. Berikut adalah tangga-tangga yang harus dilewati untuk membangun suatu kesadaran kritis.

Advertisement

Tangga 1: Membangun Keterlibatan Masyarakat Bawah dalam Proses Politik.

Memecah “kebudayaan bisu” di kalangan masyarakat. Tangga 2: Observasi Sistematik

Masyarakat diajak mengidentifikasi akar penyebab represi (ketertindasan mereka).

Tangga 3: Analisis Struktural

Menjelaskan keterkaitan antara berbagai sistem, misalnya sistem kapitalisme yang berdampak pada kerniskinan.

Tangga 4: Menentukan Tujuan.

Menyediakan perspektif secara lengkap yang terkait

dengan struktur dan situasi lokal atau nasional.

Tangga 5: Menentukan Strategi dan Taktik

Di sini yang dibuat adalah rencana dan implementasi dari aksi yang telah disiapkan.

Tangga 6: Aksi dan Refleksi secara terus menerus.

Refleksi tanpa aksi adalah hanyalah omong kosong belaka, namun aksi tanpa refleksi adalah aktivisme murni.

Dengan tangga-tangga dari bangunan kesadaran kritis di atas, persoalan-persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat akan bisa dipahami dari aspek-aspek yang mendasar, tidak sekadar k tditnya. Setiap persoalan yang ada di masyarakat, baik persoalan individual (privat) maupun kolektif (publik) bisa dilihat dari tiga .1,,i)ek yang berbeda, yaitu: (1) nilai dan kepercayaan (budaya, .1),ama), (2) organisasi (politik), dan (3) kelangsungan hidup onomi dan sosial).

Ada beberapa unsur dari kecakapan berpikir kritis, yaitu: (1) kemampuan mendengar, (2) kemampuan mengidentifikasi dan mendeskripsikan persoalan, (3) kemampuan menganalisa, dan (4) kemampuan untuk melakukan suatu evaluasi isu-isu publik.

Advertisement