PENGERTIAN KEBIJAKAN PERSAINGAN

53 views

COMPETITION POLICY / KEBIJAKAN PERSAINGAN adalah kebijakan yang berkaitan dengan peningkatan efisiensi pemakaian sumberdaya dan perlindungan kepentingan konsumen. Tujuan kebijakan persaingan adalah untuk menjamin terlaksananya pasar yang optimal; khususnya biaya produksi terendah, harga dan tingkat keuntungan yang wajar, kemajuan teknologi dan pengembangan produk. Kebijakan persaingan meliputi beberapa bidang, termasuk monopolisasi pasar oleh pemasok tunggal (PERUSAHAAN DOMINAN/ DOMINANT FIRM) , menciptakan posisi monopoli melalui penggabungan (MER-GERS) atau PENGAMBILALIHAN (TAKEOVER), PERSEKONGKOLAN (COLLUSION) antar penjual dan PRAKTEK-PRAKTEK ANTI PERSAINGAN (ANTICOMPETITION PRACTICES). Kebijakan persaingan dilaksanakan terutama melalui pengawasan terhadap STRUKTUR PASAR (MARKET STRUCTURE) dan TINGKAH LAKU PASAR (MARKET CONDUCT) dan dalam hal-hal tertentu, melalui pengawasan langsung terhadap pelaksanaan pasar itu sendiri (sebagai contoh, dengan menetapkan tingkat keuntungan maksimum). Ada dua pendekatan utama untuk mengawasi struktur dan tingkah laku pasar; pendekatan yang terbatas (nondiscretionary) dan pendekatan tidak terbatas. Pendekatan terbatas didasarkan kepada standar yang dapat diterima dalam struktur dan pelaksanaan pasar dan melarang setiap pelanggaran atas standar tersebut. Ciri-ciri pendekatan ini di antaranya termasuk:
(a) pembatasan pangsa pasar maksimum (sebagai contoh tidak lebih dari 20% dari total pasar), yang bertujuan membatasi tingkat KONSENTRASI PENJUAL (SELLER CONCENTRATION) dan mencegah timbulnya monopoli. Sehingga, sebagai contoh, di bawah peraturan ini setiap usulan penggabungan dan pengambilalihan yang akan menggabungkan pangsa pasar di atas batas yang ditentukan di larang.
(b) larangan langsung terhadap semua bentuk monopoli yang dijatah (shared monopoly) (PERJANJIAN PEMBATASAN PERDAGANGAN/RESRICTIVE TRADE AGREEMENTS, KARTEL/ CARTELS) termasuk penetapan harga, pembagian pasar, dan sebagainya.
(c) larangan praktek-praktek yang secara khusus dirancang untuk mengurangi atau menghilangkan persaingan, sebagai contoh, TRANSAKSI YANG EKSKLUSIF (EXCLUSHT- DEALING) , MENOLAK UNTUK MEMASOK BARANG {REFUSAL TO SUPPLY). dan sebagainya. Dengan demikian, pendekatan terbatas berusaha untuk mempertahankan kondisi persaingan (WORKABLE COMPETITION) melalui campur tangan langsung terhadap pemilikan dan pelaksanaan kekuatan monopoli, dan sebagainya. Sebaliknya, pendekatan tidak terbatas lebih pragmatis, dengan mengakui bahwa konsentrasi penjualan dengan tingkat yang tinggi dan perjanjian tertentu antara perusahaan biasanya dapat menghasilkan peningkatan efisiensi ekonomi. Suatu hal penting dalam pendekatan tidak terbatas adalah bahwa setiap situasi dipertimbangkan kebaikannya daripada secara otomatis dilarang. Jadi dalam pendekatan tidak terbatas maka penggabungan, perjanjian pembatasan dan praktek-praktek khusus seperti tersebut di atas dievaluasi kemungkinan keuntungannya atau kerugiannya. Jika merugikan maka dilarang. Di Amerika Serikat pendekatan terbatas dilaksanakan secara luas; Inggris mempunyai sejarah dalam mempersiapkan pendekatan dengan kebebasan; sementara Masyarakat Eropa mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut. Lihat COMPETITION POLICY (UK) , COMPETITION POLICY (EC) , PUBLIC INTEREST, WILLIAMSON TRADE-OFF MODEL, OFFICE OF FAIR TRADING, MONOPOLIES AND MERGER COMMISSION, RESTRICTIVE PRACTICES COURT, HORIZONTAL INTEGRATION, VERTICAL INTEGRATION, DIVERSIFICATION, CONCENTRATION MEASURES.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *