PENGERTIAN ISTANA SIAK SRI INDERAPURA

adsense-fallback

Merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura (1723- 1946). Sultan pertamanya adalah Raja Kecil yang bergelar Sultan Abdul Jali 1 Rachmad Syah (memerintah 1723-1746), dan sultan terakhir adalah Tengku Putera Sayed Kasim bergelar Sultan Assyaidis Syarif Casim II (memerintah 1915-1946). Istana ini terletak sekitar 200 meter dari tepian Sungai Siak yang ramai dilayari, di Kelurahan Kampung Dalam, Kecamatan Siak Sri Inderapura, Kabupaten Bengkalis, Propinsi Riau.

adsense-fallback

Istana ini dibangun oleh Sultan Siak XI, yaitu Tengku Egah Sayed Kasim bergelar Sultan Assyaidis Syarif Kasim Abdul Jalil Syaifuddin yang memerintah tahun 1889-1908. Nama lain istana ini ialah Istana Asserayahtul Hasyimiah, atau Istana Siak saja. Istana ini dibangun di atas areal seluas 3 hektar, dengan luas bangunan 198 x 166 meter persegi, dan gaya arsitek- Lur Eropa bercampur Arab. Lantai bangunan bawahnya ditutup marmer yang didatangkan dari Cina, sedang lantai atasnya ditutup papan. Seperlima dari bagian dinding sebelah dalamnya berhiaskan batu pualam berwarna biru kuning. Dalam kompleks istana Siak ini terdapat pula Istana Asserayahtul serta istana peraduan. Tidak jauh dari istana ini terdapat juga Balai Kerapatan Tinggi serta makam-makam bersejarah.

Seluruh bangunan istana ini terbuat dari batu bata mg seluruh dindingnya bercat putih bersih. Pada tahun 1946, Sultan Siak terakhir, yaitu Sultan Syarif Kasim II, menyatakan bergabung dengan Negara Kesatuan RI. Pada bulan Oktober 1949, Sultan ini menyerahkan sekitar 80 persen kekayaan pribadinya kepada Negara RI melalui Presiden Sukarno di Yogyakarta. Barang-barang tersebut antara lain mahkota berhiaskan mutu manikam, pedang kebesaran, sebuah mobil sedan, berbagai perhiasan emas, intan dan permata. Waktu itu diperkirakan nilainya 13,5 juta gulden atau sekitar 1 miliar rupiah.

Istana yang cantik ini memiliki sejumlah koleksi barang antik serta peninggalan bersejarah lainnya yang tak ternilai harganya. Namun karena istana ini kurang terpelihara, sebagian besar barang peninggalan bersejarah tersebut hilang.

Di lantai bawah istana masih dapat disaksikan sebuah kursi kerajaan berbalut emas yang tersimpan di dalam kaca. Terdapat pula mahkota duplikat sultan dan permaisuri, baju kebesaran sultan, tombak trisula serta gendang sebagai perlengkapan penobatan sultan. Alat musik yang dapat dilihat antara lain sebuah koleksi gramofon buatan awal abad ke-20 serta koleksi piringan hitamnya. Benda berharga lainnya antara lain piring-piring buatan Belanda, nampan bersimbol Arab dan sebagainya.

Kini Istana Siak telah berubah fungsi sebagai museum yang cukup ramai dikunjungi orang, terutama pada hari-hari libur.

 

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback