Advertisement

PENGERTIAN IMUNOLOGI – Salah satu cabang ilmu kedokteran, mempelajari proses dalam tubuh yang berkenaan de­ngan pertahanan keseimbangan internalnya ketika menghadapi benda atau zat yang dikenal sebagai benda asing. Benda asing ini dapat berasal dari luar atau dari dalam tubuh sendiri. Imunologi termasuk dalam ilmu yang harus dikuasai oleh setiap mahasiswa kedokteran dan dokter karena merupakan dasar tin­dakan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan ber­bagai penyakit.

Sebagai bagian dari ilmu kedokteran, imunologi te­lah dikenal sejak abad ke-11. Pada waktu itu para dokter di Cina menyuruh pasien mengisap bubuk ke- ropeng cacar untuk mencegah penyakit ini. Di Timur Tengah ketika itu dikenal tindakan variolisasi, yaitu menyuntikkan bubuk kerokan keropeng cacar ke da­lam kulit (intradermal) para putri supaya mereka ti­dak terkena penyakit ini. Pada abad ke-I8, untuk per­tama kalinya Pylarini dan Timoni memperkenalkan imunisasi pencegahan di Inggris. Tindakan ini kemu­dian dipopulerkan lebih lanjut oleh Lady Montagu. Namun ketika itu tekniknya belum sempurna sehingga justru banyak orang yang meninggal akibat imunisasi.

Advertisement

Imunologi modern baru berkembang ketika Edward Yenner, seorang mahasiswa kedokteran, menemukan secara tak sengaja imunisasi cacar. Ia mendapatkan bahwa pemerah susu sapi, yang selalu kontak dengan penyakit cacar sapi, tak pernah terkena penyakit cacar. Ia menduga bahwa kontak dengan keropeng cacar sapi membuat tubuh menjadi kebal terhadap cacar. Duga­an ini kemudian dibuktikannya dengan menyuntikkan bahan dari cacar sapi ke tubuh orang. Orang ini ter­nyata menjadi kebal terhadap penyakit cacar.

Louise Pasteur merupakan orang yang melakukan berbagai penelitian dalam bidang pembuatan vaksin (vacca = sapi). Ia mendapatkan bahwa bahan untuk vaksin dapat diambil langsung dari kuman yang hidup, kuman mati yang telah dipanaskan, maupun yang hi­dup tetapi telah dilemahkan lebih dahulu (attenuated). Akhir-akhir ini setelah berkembangnya rekayasa ge­netik, vaksin tidak perlu lagi dibuat dari kuman atau virus asli. Dewasa ini vaksin dibuat dengan memindah­kan gen-gen kuman atau virus itu ke dalam kuman lain atau ragi, yang kemudian akan menghasilkan vak­sin dalam jumlah banyak. Dengan demikian bahaya vaksinasi akan jauh berkurang, lagi pula harganya- pun dapat lebih ditekan.

Imunologi pada mulanya hanya mempelajari reaksi tubuh terhadap kuman patogen. Ilmu ini kemudian meluas dan meliputi reaksi tubuh terhadap bahan- bahan penyebab polusi lingkungan, perubahan status gizi dan nutrisi, keganasan, penyakit radang jaringan penyokong, dan penyakit alergi. Akibatnya, imuno­logi yang tadinya merupakan salah satu bagian dari mikrobiologi, lalu memisahkan diri dan menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Perkembangan imunologi dalam beberapa dasawarsa ini begitu cepat sehingga imuno­logi sering dikatakan “baru lahir langsung berlari”. Dari waktu ke waktu semakin banyak ditemukan pe­nyakit yang mempunyai dasar imunologi. Di Indonesia para ahli imunologi tergabung dalam Perhimpunan Ahli Alergi dan Imunologi Indonesia (Peralmuni).

Advertisement