Advertisement

Perguruan tinggi sangat erat hubungannya dengan ilmu, sedangkan ilmu tidak bisa dipisahkan dengan penelitian oleh karena penelitian merupakan “tulang punggung” ilmu. Dalam bahasa Inggris ilmu diterjemahkan menjadi science sedangkan pengetahuan diterjemahkan menjadi knozvledge, keduanya mempunyai arti yang berbeda. Penelitian berusaha memecahkan berbagai masalah dan hasilnya merupakan jawaban dari masalah tadi. Jawaban ini disusun menjadi suatu ilmu (science). Ilmu sifatnya tidak mandeg tetapi dinamis berubah menurut kemajuan zaman sesuai dengan hasil penelitian yang terbaru.

Tugas perguruan tinggi di antaranya adalah melakukan penelitian. Perguruan tinggi yang tidak melakukan penelitian tentunya tidak berhak menyebut dirinya sebagai perguruan tinggi. Namun demikian pada kenyataannya banyak perguruan tinggi di Indonesia tidak melakukan penelitian. Mendapat sebutan Research University haruslah menjadi idaman suatu perguruan tinggi. Perguruan tinggi diharapkan menjadi penggerak pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Untuk itu mau tak mau bila ingin rrtenetapi Tridharma Perguruan Tinggi, perguruan tinggi harus melakukan penelitian.

Advertisement

Seorang peneliti harus berupaya agar hasil penelitiannya dapat dibaca peneliti lain atau dengan kata lain harus berupaya mempublikasinya. Yang digolongkan sebagai publikasi karya ilmiah adalah di journal ilmu yang sesuai dengan bidang ilmu yang diteliti, bukan di koran. Ilmuwan lain yang tertarik kemungkinan akan berkorespondensi membicarakan pengalamannya dalam bidang yang sama malah ada kemungkinan mereka akan melakukan penelitian dengan prosedur yang sama untuk menguji apakah hal yang sama berlaku juga di tempat lain. Dari penelitian banyak ahli, akan dihasilkan suatu teori atau penemuan baru. Sebenarnya lah suatu teori atau penemuan baru itu bukan semata-mata hasil dari satu orang peneliti, melainkan hasil kerja banyak orang. Dengan demikian suatu penemuan itu memerlukan banyak biaya.

Oleh karena penelitian memerlukan biaya yang tidak sedikit maka hasil penemuan-penemuan pada mulanya dijual sangat mahal, setelah biaya penelitian telah irnpass / break event barulah harga barang hasil penemuan tadi murah. Contohnya harga obat hasil penemuan baru selalu mahal, setelah patennya habis harganya menjadi murah.

Di Indonesia seorang dosen yang melakukan penelitian belum dapat hidup berkecukupan seperti koleganya para peneliti di negara maju. Penghargaan kepada penelitian di tanah air kita ini belum menjadi budaya. Peneliti hanya mendapat kepuasan batin bila penelitiannya bisa dipublikasi di journal internasional dan menjadi nara sumber dalam berkorespondensi.

Dana untuk penelitian bisa dicari dan dimintakan kepada yayasan-yayasan seperti

  • Rockefeller foundation
  • Ford foundation
  • Habibie Center

Untuk mendapatkan dana penelitian perlu dibuat proposal penelitiannya terlebih dahulu. Bila proposal baik dan layak untuk dibiayai kemungkinan permohonan biaya dapat dikabulkan.

 

Advertisement