Advertisement

HUKUM CHARLES  adalah hukum fisika yang menyatakan hubungan antara volume suatu gas dengan suhunya. Hukum ini dirumuskan oleh ahli fisika Perancis, Jacques Charles, pada akhir abad ke-I8. Hukum Charles  menyatakan bahwa bila tekanan suatu gas tetap, perubahan suhunya akan diikuti oleh perubahan volume yang sebanding. Dengan perkataan lain, semakin tinggi suhu suatu gas akan semakin besar puia volumenya.

Dari hukum ini diturunkan suatu persamaan matematis untuk menghitung penyusutan udara yang didinginkan atau pemuaian udara yang dipanaskan. Berbeda dengan zat padat atau zat cair, koefisien pemuaian gas adalah sama besar untuk semua jenis gas, yaitu 1/273 dari volumenya pada suhu 0°C.

Advertisement

Hukum Charles sering kali dipersamakan dengan hukum Gay-Lussac, seorang Perancis yang mendapatku. perumusan serupa pada waktu yang bersamaan. Daiam kedua kasus ini, asasnya adalah perluasan hukum Boyle, dengan menambahkan satu faktor penting, yaitu suhu. Hukum gas ini, baik menurut pernyataan Charles maupun Gay-Lussac tidaklah sepenuhnya tepat, karena untuk gas nyata hukum tersebut merupakan pendekatan saja.

Bila tekanan gas juga berubah, hukum Charles harus digabung dengan hukum Boyle yang menyatakan hubungan antara perubahan volume dan tekanan gas. Menurut hukum Boyle, pada suhu yang tetap volume suatu gas berubah menurut perbanding terbalik dengan tekanannya. Dengan perkataan lain, jika volume gas dikecilkan, tekanannya akan bertambah, demikian pula sebaliknya. Demikianlah kita mengenal hukum Boyle-Charles atau hukum Charles-Boyle atau juga disebut hukum Boyle-Gay Lussac.

Advertisement