Advertisement

Ialah hormon yang dihasilkan oleh kelenjar gondok atau kelenjar tiroid. Ada dua macam hormon tiroid, yaitu triidotironin, yang sering disebut T3; dan tetraidotironin, yang disebut T4. Untuk sintesis hormon tiroid diperlukan iod, yaitu 3 atom iod per molekul T3 dan 4 atom iod per molekul T4.

Pembentukan dan pengeluaran hormon tiroid dirangsang oleh TSH (thyroid stimulating hormone) yang dihasilkan oleh hipofisis bagian depan; sedang-kan pembentukan dan pengeluaran TSH sendiri dirangsang oleh TRH (thyrotropin releasing hormone). Apabila kadar hormon tiroid dalam darah meningkat, sekresi TSH dan TRH dihambat. Sebaliknya kalau kadar hormon tiroid dalam darah berkurang, sekresi TSH dan TRH dirangsang.

Advertisement

Hormon tiroid mutlak diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan, terutama untuk pertumbuhan tulang panjang. Peran hormon tiroid terhadap perkembangan terlihat jelas pada perkembangan berudu menjadi katak. Hormon tiroid meningkatkan metabolisme basal (BMR) dan penggunaan oksigen dalam tubuh. Hormon tiroid dalam jumlah normal berefek meningkatkan «.Nintesis protein, atau bersifat anabolik. Sebaliknya, dalam jumlah besar hormon ini bersifat katabolik.

Sangat rendahnya masukan iod pada nduduk yang tinggal di daerah yang air dan tanahs. kurang mengandung iod menyebabkan pembentukan hormon tiroidnya terganggu. Akibatnya terjadilah peningkatan produksi TSH yang merangsang pengambilan iod dan pembentukan hormon tiroid. Sebagai akibat rangsangan TSH, sel-sel kelenjar tiroid bertambah besar dan banyak. Terjadilah pembesaran kelenjar tiroid yang disebut gondok atau “goiter”. Gondok yang disebabkan oleh kekurangan iod disebut gondok endemik, dengan prevalensi cukup tinggi dan tersebar luas di Indonesia. Kelainan ini terutama d; nukan pada masyarakat yang bermukim di pegunungan, dari daerah Gayo Alas di Sumatra Utara sampai ke daerah Danau Sentani di Irian Jaya.

Untuk menanggulangi penyakit gondok endemik, secara nasional dilakukan penambahan iod pada garam dapur. Di samping itu dilakukan juga penyuntikan lipiodol (40 persen iod dalam minyak) sebagai program jangka pendek di daerah-daerah tertentu.

Bayi yang dilahirkan dari ibu yang kekurangan iod, akan mengalami kekurangan iod sejak dalam kandungan. Akibatnya, produksi hormon tirc.. berkurang dan ini mengakibatkan pertumbuhan serta perkembangannya terganggu. Anak-anak ini disebut penderita kretin endemik.

Gejala-gejala yang timbul pada gangguan kelenjar tiroid tergantung dari usia terjadinya defisiensi dan derajat defisiensi hormon tiroid. Makin muda usia penderita pada saat mulai terjadinya gangguan ini, makin berat gejalanya. Bila defisiensi hormon tiroid terjadi sejak tahap janin atau sejak kelahiran, gejalanya jauh lebih berat daripada kalau defisie . terjadi pada usia dewasa.

Kretinisme di daerah non-endemik terjadi karena kelenjar tiroid tidak terbentuk sama sekali atau tidak berfungsi sempurna. Anak-anak dengan kretinisme (kretin) mempunyai perawakan pendek, karena pertumbuhan tulang-tulang panjangnya terhambat. Selain itu anak tersebut juga menderita keterbelakangan mental. Bayi kretin tampak pucat dengan lidah menonjol ke luar mulut, berperut buncit, jarang menangis dam kalau menangis suaranya serak, sering mengantuk, sukar menetek dan sering sembelit. Gejala neurologis dapat juga ditemukan, seperti tuli dan berbagai gangguan motorik.

p ardasi mental pada hipotiroidisme kongenital ^p, dicegah bila terapi dengan hormon tiroid dimulai sebelum bayi berumur tiga bulan. Gejala pada bayi baru lahir tidak jelas, sehingga diagnosis dini sulit dilakukan. Untuk diagnosis dini di negara maju dilakukan uji saring dengan memeriksa darah bayi umur 3.6 hari. Pada pemeriksaan ini ditemukan prevalensi (kejadian) hipotiroidisme kongenital 1 : 3.000 – 4.000 kelahiran hidup.

Pada orang dewasa defisiensi hormon tiroid tidak menyebabkan gangguan pertumbuhan dan retardasi j^en7 i. Beberapa gejala yang dapat timbul ialah muka puca. metabolisme basal rendah, denyut jantung dan nadi lambat, keadaan sensitif terhadap hawa dingin, dan kulit serta rambut kering.

Pada hiperfungsi kelenjar tiroid terlihat gejala yang berlawanan. Penderita tampak kurus, meskipun makannya banyak, metabolisme basalnya tinggi, gelisah, banyak berkeringat, tidak tahan hawa panas, denyut jantung dan nadi cepat tetapi tekanan nadi tinggi, sukar tidur, gemetaran kalau jari-jari direntangkan, dan mata menonjol.

Hipertiroidisme dapat disebabkan oleh tumor kelenjar gondok, jinak maupun ganas, atau oleh tumor hipofisis. Sering terlihat gejala hipertiroidisme pada penyakit Graves atau exophthalmic goiter yang khas, seperti mata menonjol, gemetaran, dan gondok dengan permukaan rata.

Pengobatan hipertiroidisme dapat dilakukan dengan pemberian obat antitiroid seperti propiltiourasil atau metimasol. Dapat juga dilakukan pembedahan untuk mengeluarkan sebagian kelenjar tiroid yang membesar, atau pemberian iod radioaktif untuk penyinaran : elenjar tiroid.

Advertisement