Advertisement

Euglena, Euglena lazim dijumpai dalam air tergenang, dan jika lingkungan hidupnya cocok, ganggang ini akan tumbuh melimpah sehingga warna air berubah menjadi hijau. Seperti halnya semua euglenoid, Euglena bersel tunggal dan dibungkus oleh pelikel. Sebagian besar jenisnya memiliki perawakan berbentuk silinder panjang, ujung depannya tumpul, tetapi ujung belakangnya agak runcing (2.3). Jenis yang terkecil kurang dari 10 µm panjangnya, sedangkan panjang yang terbesar kurang-lebih 50 kali itu, yaitu sekitar 0.5 mm, karena itu dapat tampak di dengan mata telanjang. Dua helai flagel muncul pada pangkal reservoar yang satu panjang mencuat dari saluran dan bertindak sebagai flagel lokomotor, yang lain pendek dan terbenam dalam reservoar. Flagel pendek ini sering berhubungan dengan tangkai flagel panjang, sehingga semula terjadi salah pengertian, yaitu diperkirakan hanya ada satu flagel saja yang menggarpu di pangkalnya. Sepanjang waduk terdapat organel berbentuk piringan, yang disebut bintik mata, berwarna merah sebab berisi pigmen karotenoid. Bintik mata ini digunakan bersama dengan benjolan peka cahaya yang terletak pada flagel lokomotor pada titik yang berhadapan dengan bintik mata. Jika Euglena berenang bebas, bintik mata secara periodik menutupi fotoreseptor, tetapi gerakan flagel mengorientasi kembali organisme ini sampai fotoreseptor terus-menerus kena cahaya. Hal ini mengakibatkan reaksi fototaksis terhadap cahaya satu arah yang khas untuk Euglena serta organisme fotosintesis lain yang dapat bergerak.

Organel lain yang berhubungan dengan reservoar ialah vakuola kontraktil yang secara periodik mengosongkan isinya ke dalam reservoar dengan cara mencabik selaput pembatas. Vakuola kontraktil diisi oleh beberapa vakuola ekstra yang bermuara padanya dan berukuran lebih kecil.

Advertisement

Sel Euglena berisi sebutir kloroplas atau lebih, bentuknya bervariasi menurut jenisnya, jadi memberi ciri diagnostik yang berharga. Pengamatan di bawah mikroskop elektron menunjukkan bahwa susunan dalam kloroplas ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan tumbuhan yang lebih tinggi dalam hal tilakoidnya yang tidak terbagi menjadi grana dan lamela antargrana. Euglena mengandung klorofil a dan b, dan selain kebutuhan akan vitamin B12, organisme ini autotrof di bawah cahaya matahari. Walaupun demikian, dalam keadaan gelap timbul kemampuannya untuk menjadi heterotrof. Jika disimpan di dalam gelap untuk dua minggu, kloroplas akan menjadi putih, tetapi biasanya organisme ini akan berwarna hijau lagi jika ditempatkan di bawah cahaya. Ketika hidup sebagai heterotrof, organisme ini hampir dapat dipastikan menyerap makanannya berupa molekul organik dalam medium, dan tidak ada makanan padat yang diangkut ke reservoar. Cadangan makanan utamanya tersimpan sebagai paramilon.

Euglena berkembang biak secara aseksual dengan jalan pembelahan biner. Setelah pembelahan inti terjadi dengan cara mitosis yang tidak umum, keseluruhan sel membelah diri dengan cara pembelahan membujur dari ujung depan. Belum ada bukti yang dapat dipercaya bahwa perkembangbiakan seksual terjadi juga.

 

 

Advertisement