Advertisement

Eudorina, Senobium Eudorina berbentuk bulat atau menjo-rong (elipsoid), umumnya berisi 32 sel klamidomonad yang tersusun dalam sebuah lapisan pada permukaan bulatan yang cekung (2.6d). Seperti halnya semua koloni bulat cekung, Eudorina memulai perkembangannya seperti sebuah piring ceper yang melengkung membentuk sebuah bulatan, dan menciptakan sebuah pori kecil jika penutupan bulatan itu tidak sempurna. Polaritas senobium ditunjukkan pada tipe jorong oleh adanya sel-sel yang sering terletak pada barisan teratur yang tegak lurus kepada poros panjang jorong itu.

Perkembangbiakan Eudorina patut diperhatikan, sebab berbagai jenis memperkan spesialisasi yang lebih maju dalam sel-sel koloninya. Pada perkembangbiakan aseksual, tiap sel senobium membelah diri membentuk sel anak, tetapi pada Eudorina elegans ke-34 selnya mampu membelah diri, sedangkan pada Eudorina illinoiensis empat sel yang terletak di ujung depan, yang lebih kecil daripada yang lain, tidak membelah diri. Keempat sel ini membentuk sebuah soma atau tubuh yang akan mati, sebab soma ini mati jika ke-28 sel lainnya berkembang biak (24.6e, f).

Advertisement

Pada perkembangbiakan seksualnya tampak kecenderung-an yang sama bagi sel-sel tertentu untuk tetap ada dalam bentuk vegetatif murni, dan ada pula diferensiasi yang jelas menjadi garnet jantan dan garnet betina. Garnet jantan dan garnet betina dapat terbentuk baik pada koloni yang sama (monoesis) maupun pada koloni yang berbeda (dioesis), bergantung kepada jenisnya. Dalam hal yang pertama garnet jantan berkembang dari ujung depan koloni. Pembentukan garnet jantan berupa pembelahan satu sel vegetatif menjadi enam sel yang mempunyai empat flagel ramping dan berenang sebagai satu kesatuan sampai sel-sel ini mencapai garnet betina dan terlepaslah masing-masing sebagai garnet jantan. Garnet-garnet betina sama seperti sel-sel vegetatif, kecuali ukurannya lebih besar dan berfungsi sebagai sel reproduktif tanpa pembelahan sel. Sebuah garnet jantan meleburkan diri pada garnet betina dan membentuk zigot berdinding tebal yang pada waktu berkecambah melepaskan zoospora yang dapat bergerak. Zoospora ini, setelah berenang untuk sementara waktu, beristirahat dan membelah diri untuk membentuk koloni baru.

 

Advertisement