Advertisement

Dormansi Mekanik, Testa yang keras dan kedap air dapat menghalangi perkecambahan. Tidak ada alasan lain kecuali bahwa testa itu terlalu keras bagi embrio untuk dapat memecahkannya sebelum embrio keluar untuk tumbuh. Tetapi, lebih sering testa itu menghalangi air dan atau oksigen memasuki biji, dan proses fisiologi yang penting bagi perkecambahan tidak terlaksana. Resistensi testa terhadap pemasukan air paling sering dijumpai pada suku polong-polongan (Leguminosae) yang kulit bijinya selain keras kadang-kadang juga memiliki lapisan Perkecambahan biji semacam itu hanya mungkin terlaksana setelah membuang kulit biji atau melemahkannya. Di lapangan, testa yang keras dapat dilunakkan oleh proses pembusukan alami sebagai akibat dari kegiatan jamur dan bakteri, atau karena tindakan cairan pencernaan dan bakteri di dalam usus hewan pemakan buah, terutama burung dan ruminansia. Embrio, dalam biji keras yang melewati saluran pencernaan hewan tidak rusak, bahkan biji mempunyai kesempatan yang lebih baik untuk berkecambah dan selanjutnya biji ini ditaruh di lingkungan yang lembap dan berpupuk. Dalam praktek hortikultura dan pertanian testa yang keras itu sengaja dirusak atau dilembekkan dengan suatu proses yang disebut skarifikasi (scarification). Pada skarifikasi kimiawi, biji direndam dalam asam sulfat pekat, pelarut organik seperti aseton, atau bahkan dalam air yang mendidih. Pada skarifikasi mekanik, biji digoyang-goyang dalam bahan penggosok seperti pasir atau ditoreh dengan pisau.

 

Advertisement

Advertisement