Advertisement

Dormansi Karena Cahaya, Biji jagung (Zea mays) dan banyak polong-polongan seperti kacang uci (Vigna sinensis) dapat berkecambah dengan baik dalam keadaan terang maupun gelap. Perkecambahan beberapa biji, misalnya bunga-pukul-empat (Mirabilis jalapa) dan bawang merah (Allium cepa) akan terhambat, jika ada dalam keadaan terang, sedangkan perkecambahan biji selada (Lactuca sativa), banyak jenis gulma, seperti Tridax procumbens dan banyak rumput-rumputan dirangsang oleh cahaya.

Pengaruh cahaya dormansi biji mmpunyai akibat ekologi yang penting. Jika sebidang vegetasi dibabad, daerah ini segera diduduki oleh ‘gulma’ yang merupakan tumbuhan oportunis. Jika umpamanya dibuat suatu jalan yang memo-tong hutan di Afrika Barat, maka pinggir-pinggirnya akan segera tertutup oleh suatu pertumbuhan yang rapat dari tumbuhan payung yang cepat tumbuh (Musanga cecropioides), walaupun pohon ini hampir tak ada di hutan tua. Segera akan timbul pertanyaan, dari manakah biji-biji itu berasal. Tanah dikumpulkan dari hutan tua, dan kemudian disirami air dalam kamar kaca, akan menghasilkan semai Musanga banyak sekali. Ini menunjukkan bahwa biji Musanga terdapat secara luas dalam tanah, walaupun kadang-kadang jauh dari pohon induknya. Buahnya kecil dan berbiji satu menempel pada penyangga yang berdaging, dan disebarkan secara luas melalui kotoran burung dan kelelawar yang memakannya.

Advertisement

Walaupun belum diperkuat dengan bukti laboratorium, mungkin rangsangan untuk perkecambahan biji Musanga ini, setelah penutupan hutan dihilangkan, adalah peningkatan intensitas dan terutama perubahan kualitas cahaya yang mencapai tanah. Perkecambahan biji salada dan banyak tumbuhan lain telah dibuktikan dirangsang oleh cahaya merah (yang puncaknya pada gelombang 660 nm) dan dihambat oleh cahaya infra-merah (yang puncaknya pada gelombang 740 nm). Sifat ini bergantung kepada kehadiran pigmen kebiru-biruan yang disebut fitokrom.

Advertisement