Advertisement

Dominansi, Selain kompetisi langsung, tumbuhan juga saling mempenga-ruhi secara tidak langsung, terutama dengan mengubah iklim mikro dan dengan demikian mempengaruhi lingkungan yang dihuni rekan-rekannya. Pada umumnya semakin besar tum-buhan semakin besar pula pengaruhnya terhadap keadaan habitat sehingga semakin besar pula kendalinya terhadap komunitas yang diakibatkannya. Karena itu dalam suatu komunitas kita dapat berbicara tentang bentuk hidup yang dominan, yang berarti bentuk hidup yang karena ukurannya atau jumlahnya atau karena kedua-duanya, mempunyai pengaruh terbesar terhadap habitat dan mendominasi atau merajai seluruh komunitas. Biasanya ini adalah bentuk hidup yang terbesar yang hadir secara melimpah, misalnya dalam suatu hutan bentuk hidup yang dominan adalah pepohonan, sedangkan dalam suatu savana rerumputan adalah yang dominan meskipun pepohonan hadir tetapi terpencar.

Pengaruh yang mengendalikan atau dominansi dari pepo-honan terhadap struktur hutan dapat dikan dengan membandingkan sebuah tegakan hutan Hujan dengan perta-naman pohon-pohon Eucalyptus. Dalam hutan Hujan terda-pat perdu-perdu dan tumbuhan lapisan bawah, sedangkan dalam pertanaman Eucalyptus lapisan perdu tidak dapat berkembang dan paling-paling hanya terdapat lapisan bawah yang jarang. Selain menjadi penyebab kondisi yang mencegah perkembangan tumbuhan tertentu, pohon hutan dapat juga mempengaruhi komposisi. Jenis dalam komunitas dengan jalan menyediakan kondisi yang mendorong perkembangan tumbuhan lain. Misalnya, pohon-pohon tinggi dalam suatu hutan Hujan secara khas bukan saja menunjang tumbuhan pemanjat berkayu (liana) yang merambat pada batang-batang pohon dan berbunga pada atap hutan, tetapi juga menyediakan ‘relung’ untuk sejumlah epifit yang tumbuh pada batang dan cabang.

Advertisement

Penelaahan suatu komunitas secara terperinci selalu bet-akhir dengan berbagai pertanyaan tentang peranan dan perilaku jenis-jenis tertentu. Dalam kondisi tanah seperti apakah suatu jenis tertentu akan terdapat? Apakah jenis tersebut menyebar dengan biji atau secara vegetatif? Bagaimanakah jenis tersebut dipengaruhi oleh lindungan atau oleh api? Berapa jumlah bijinya yang berkecambah? Berapa banyak yang dapat menjadi dewasa? Pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya dapat dijawab dengan penelitian dan eksperimen. Penelitian tentang ekologi masing-masing jenis (yang biasa disebut autekologi), terutama jenis-jenis yang dominan dalam komunitas, merupakan bagian yang penting dari suatu penelitian ekologi. Sampai fakta-fakta yang lebih penting tentang jenis-jenis dominan dipelajari, tidaklah mungkin dapat menembus lebih dalam tentang ekologi suatu komunitas. Di kawasan tropika penelaahan tentang ekologi jenis secara mandiri, yang sangat memerlukan waktu banyak, baru saja mulai.

 

Advertisement