Advertisement

Adapun jenis-jenis teknik diskusi itu ada beberapa macam yaitu:

WHOLE-GROUP . Suatu diskusi dimana anggota kelom-pok yang melaksanakan tidak lebih dari 15 (lima belas) orang.

Advertisement

BUZZ-GROUP. Satu kelompok besar dibagi menjadi 2 (dua) sampai 8 (delapan) kelompok yang lebih kecil jika diperlukan kelompok kecil ini diminta melaporkan apa ha-sil diskusi itu pada kelompok besar.

PANEL. Pada panel dimana satu kelompok kecil (antara 3 sampai 6 orang) mendiskusikan suatu subyek tertentu, mereka duduk dalam susunan semi melingkar dihadapkan pada satu kelompok besar peserta lainnya. Anggota kelompok besar ini dapat diundang untuk turut berpartisipasi. Yang duduk sebagai panelis ialah orang yang ahli dalam bidangnya.

Apa yang harus dipersiapkan bila akan melaksanakan diskusi panel; agar bisa berjalan lancar dan efektif, ialah: – Harus menentukan garis besar pokok persoalan yang akan dibahas. — Menentukan siapa-siapa panelisnya. — Masalah itu harus aktual, sehingga masih hangat dan menarik minat untuk didengarkan. — Panelis harus mencakup berbagai ahli yang berpengalaman dibidang masing-masing, mereka harus marnpu pula berbicara dan menggunakan bahasa dengan lancar dan baik. — Panelis harus sudah mengetahui dan menguasai pokok-pokok persoalan yang akan dibicarakan terlebih dahulu. — Moderator harus dipilih dari orang-orang yang cekatan dalam sikap dan perbuatan.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan waktu melaksanakan panel:

—           Dalam diskusi panel, para panelis yang dipimpin oleh seorang moderator, sedang diskusi itu didengar oleh

–              Moderator bertugas memperkenalkan kepada para pendengar setiap peserta panel, dan mengemukakan persoalan yang akan dibahas, serta nanti dapat menyimpulkan hasil pembicaraan, tidak perlu mencapai keputusan

atau kesatuan pendapat.

–              Moderator tidak perlu memberi kesempatan pada para pendengar untuk mengajukan pertanyaan, kecuali dalam keadaan/hal yang khusus pendengar dapat diminta pendapatnya.

 

Tujuan instruktur menggunakan teknik diskusi panel ialah memberikan rangsangan cara berpikir secara masal dengan memberikan berbagai perspektif dari beberapa sudut pandangan. Diharapkan juga siswa mampu berpikir secara luas dan mampu meninjau setiap persoalan dari beberapa segi; agar pendapatnya tidak menjadi sempit. Juga siswa melatih berani mengemukakan pendapat dengan argumentasi yang logis.

 

Dalam pelaksanaan teknik diskusi panel perlu dijaga kewajarannya, ialah harus mempertimbangkan bahwa pokok persoalannya adalah masalah-masalah yang aktual. Ialah peristiwa yang terjadi di masyarakat, dan sedang hangat dibicarakan oleh umum. Pemimpin panel diskusi ialah seorang moderator harus ditunjuk orang yang cekatan dalam segala hal. Para ahli yang diminta sebagai panelis juga harus yang ahli benar-benar dan berpengalaman. Di dalam diskusi panel harus ada kelompok panelis/ahli, dan kelompok pendengar/orang-orang yang hanya mendengarkan. Pendengar tidak diperkenankan mengajukan perta nyaan secara langsung. Kemudian moderator bertugas untuk mengemukakan persoalan yang akan dibahas, serta menyimpulkan pembicaraan tanpa menunggursampai mencapai keputusan atau kesatuan pendapat. Bila hal-hal tersebut di atas diperhatikan baru dapat dikatakan bahwa panel tersebut wajar digunakan.

Sebaliknya penggunaan teknik diskusi panel itu tidak wajar bila terjadi hal-hal sebagai berikut:

Tidak ada kelompok panelis dan kelompok pendengar. Persoalan yang dibahas tidak aktual lagi..

—           Pembahasan hanya dari satu sudut pandangan saja.

–              Kadang-kadang diselingi dengan pandangan.umum.

—           Moderator tidak mengumpulkan hasil diskusi. Karena itu teknik diskusi panel memiliki kelemahan: Mudah tersesat.

—           Memungkinkan panelis berbicara terlalu banyak.

—           Tidak memungkinkan semua peserta mengambil bagian.

—           Cenderung menjadi serial pidato pendek.

—            Memecahkan, kelompok pendengar ketika mereka setuju dengan panelis tertentu.

—           Membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup.

—           Memerlukan seorang moderator yang trampil.

Karena masalah kurang aktual maka tidak mampu merangsang para pendengar. Orang yang ahli dan pengalaman dari berbagai bidang sukar dicari. Kesimpulan hasil panel oleh moderator seakan-akan merupakan hasil keputusan pendapat dari para panelis.

Narnun demikian teknik ini memiliki keunggulan pula ialah:

Pendengar dapat mengikuti dan mengamati proses serta perkembangan berpikir para panelis jadi tidak semata- mata menerima apa saja yang didengar. Mengemukakan pandangan yang berbeda-beda.

—         Mendapatkan hasil kesimpulannya.

—         Mendorong analisa kemungkinan-kemungkinan.

—          Memanfaatkan orang yang betul-betul memenuhi syarat.

—           Dapat merangsang pemikiran masal dalam waktu singkat.

—           Perbedaan pendapat para panelis merangsang pula bagi para pendengar untuk menimbulkan masalah baru.

Advertisement