Advertisement

Daur Sel, Dengan selesainya sitokinesis dan mitosis, kedua inti anak akan memasuki interfase, yang pada tahapan itu inti tidak mengalami pembelahan, baik melalui mitosis maupun melalui meiosis. Inti pada tahap ini kadang-kadang dinyatakan sebagai inti istirahat, tetapi pernyataan ini merupakan istilah yang salah, sebab selama interfase ini inti aktif melaksanakan fungsi-fungsi, seperti sintesis protein dan penggandaan kromatid sebagai perSiapan untuk melaksanakan pembelahan lain. Urutan selengkapnya kejadian yang terlaksana dalam sel yang sedang membelah dari satu mitosis ke yang berikutnya dikenal dengan istilah daur sel. Daur sel ini dibagi menjadi empat fase utama ( 16.3). Ketika satu inti memasuki interfase, hanya setengah dari masing-masing kromosom (yaitu satu kromatid), jadi yang hadir hanya setengah dari jumlah bahan genetika (DNA) yang biasa. Fase daur sel yang di dalamnya setiap kromatid menggandakan diri disebut fase S (sintesis). Fase ini didahului dan diikuti oleh apa yang disebut fase G (gap = rumpang). Fase G1 diikuti oleh mitosis, dan sesungguhnya merupakan periode saat sitoplasma— termasuk berbagai organel dan dinding selnya— aktif tumbuh. Juga diperkirakan bahwa selama fase G1 bahan-bahan disintesis, dan bahwa apakah akan merintangi ataupun mendorong mulainya fase S dan proses daur sel lainnya, maka fase ini menentukan apakah pembelahan sel akan terulang atau tidak. Fase S ini, jika terlaksana, merupakan periode yang pada saat itu bahan genetika dalam inti menggandakan diri. Fase ini akan diikuti oleh fase G2 yang pada fase ini struktur sitoplasma yang secara khusus terlibat dalam mitosis, seperti benang-benang gelendong disintesis. Mitosis sendiri, yang disebut fase M, terjadi setelah fase G, dari satu daur sel dan mendahului fase G1 daur sel berikutnya. Fase G dan S bersama-sama disebut interfase.

Beberapa sel, seperti organisme bersel tunggal atau sel pemula yang tetap berada di dalam suatu bagian meristem, melewati daur-daur sel yang terjadi berurutan, sedangkan selsel lainnya menjadi sangat khusus dan kehilangan kemampuan membelah dirinya segera setelah sel-sel itu dewasa. Sel-sel yang terdiferensiasi demikian itu tetap berada pada fase G1, atau kadang-kadang dalam kondisi ini disebut Go. Kelompok sel lain seperti sel-sel yang membentuk jaringan kolenkima, tetap mempertahankan kemampuan untuk melewati fase S dan G2, tetapi hanya terjadi demikian jika ada dalam keadaan yang khusus.

Advertisement

 

Advertisement