Advertisement

PENGERTIAN DAN MACAM BENTUK KUBAH – Atap berbentuk setengah bola yang dipasang di atas ruangan berbentuk bujur sangkar, segi de­lapan, atau lingkaran pada suatu bangunan. Bentuk kubah bervariasi,bisa kurang bisa lebih dari setengah bola, menyerupai tapal kuda, atau seperti bawang.

Kubah dibuat dari berbagai macam bahan bangun­an, seperti batu bata, beton, beton bertulang, rangka baja, aluminium, bahkan serat kaca, yang umumnya pada bagian luar dilapisi timah, kuningan, atau bahan lain. Untuk menghasilkan pengaruh visual yang indah dan mengesankan, bentuk kubah dibuat lebih curam daripada bentuk setengah bola di bagian luar. Karena itu konstruksi beberapa kubah terkenal dibuat rang­kap dua, bahkan lebih. Gereja St. Petrus di Roma mempunyai kubah berkonstruksi rangkap dua. Gereja St. Paul di London mempunyasi kubah rangkap tiga; ventilasi batunya yang berat dipikul oleh pasangan kerucut yang tersembunyi di antara kubah luar (dari rangka kayu berlapis timah) dan kubah dalam.

Advertisement

Kubah sudah terlihat pada peninggalan arsitektur orang Assiria berabad-abad sebelum Masehi. Tetapi peninggalan terpenting adalah Kubah Panthenon di Roma. Kubah yang dibuat dari batu bata dan beton serta berdiameter 43 meter ini dibangun pada sekitar tahun 112. Kubah Bizantium pada mesjid Aya Sophia di Konstantinopel bergaris tengah sekitar 32 meter. Kubah yang dibangun antara tahun 537 – 552 ini di­buat dari batu bata. Dalam arsitektur Islam di India, kubah dipakai secara luas untuk mesjid dan makam. Sebagian besar didirikan di atas alas bujur sangkar de­ngan pendentif (rangka peralihan dari alas bujur sang­kar ke bentuk kubah).

Meskipun jarang ditemukan dalam arsitektur bercorak Gotik atau Romawi, setelah jaman Rciraissans kubah dipakai kembali. Kubah Filippo Brunelleschi pada Katedral Santa Maria del Fiore di Firenze, yang dibangun pada tahun 1420, adalah salah satu kubah peninggalan arsitektur Renaisans. Kubah Gedung Ca­pitol di Washington, Amerika Serikat, semula berco­rak Pantheon, namun karena tidak memuaskan kemu­dian bentuknya diubah bercorak gereja Santo Paulus, sampai saat ini. Di Indonesia kubah tradisional terda­pat pada bangunan-bangunan Islam, terutama mesjid. Sebagian besar kubahnya berkonstruksi tunggal de­ngan berbagaynacam variasi, seperti bentuk setengah bola, tapal kuda, bawang, dan sebagainya. Bangunan arsitektur modern yang memakai kubah antara lain’ Gedung MPR dan Keong Emas.

Advertisement