PENGERTIAN DAN ARTI KUDETA

adsense-fallback

PENGERTIAN DAN ARTI KUDETA – Dari bahasa Perancis coup d’etat, suatu pergam ian atau perubahan pemerintahan dengan tidak melalui proses peraturan perundangan (hukum) yang berlaku. Kudeta dapat pula dikatakan sebadai pergan tian atau perubahan pemerintahan dengan jalan melanggar tata peraturan perundangan yang berlaku. Pokok persoalan dalam kudeta adalah perebutan ke­kuasaan.

adsense-fallback

Kudeta dapat terjadi karena sebab-sebab intern atau ekstern, bahkan mungkin kedua sebab itu saling men­dorong dan mempengaruhi. Sebab intern dapat ditim­bulkan oleh suatu pemerintahan yang buruk, seperti terlalu lamban atau lemahnya pemerintahan, atau ti­dak adanya pemimpin yang berkualitas, sehingga pe­merintahan yang ada tidak mampu mengatasi kesulit­an-kesulitan yang dihadapi negara itu, lebih-lebih yang berkaitan dengan kepentingan keadilan masya­rakat. Namun sebaliknya, pemerintahan yang baik sering pula mengalami kudeta karena ada pihak-pihak atau golongan bahkan perseorangan yang sangat ber­ambisi menduduki jabatan pimpinan negara tersebut.

Kudeta berbeda dengan revolusi. Kudeta hanya menyangkut perubahan (pergantian, perebutan) pim­pinan negara atau pemerintahan yang pada umumnya terus diikuti oleh pergantian pimpinan atau tokoh uta­ma lain. Revolusi menyangkut perubahan seluruh ta­tanan kenegaraan maupun kemasyarakatan. Perubah­an atau perombakan dalam suasana revolusi tidak hanya di lapisan atas, tetapi sampai pada tatanan ba­wah, sampai ke akar-akarnya. Memang suatu revolusi biasanya diikuti oleh kudeta, tetapi kudeta tidak harus berevolusi.

Pada umumnya kudeta terjadi di negara-negara yang menganut sistem militerisme atau diktator. Na­mun, di negara-negara yang baru, dalam arti baru saja merdeka, sering kali terjadi kudeta. Hal ini disebab­kan oleh masih banyaknya persaingan di antara go­longan-golongan dan kekuatan-kekuatan sosial poli­tik yang ada, atau juga disebabkan oleh belum teraturnya tata perundangan yang berkaitan dengan suksesi kepemimpinan negara yang bersangkutan. Misalnya yang banyak terjadi di negara-negara militerisme di Amerika Latin, negara-negara yang se­dang berkembang di Afrika, kerajaan-kerajaan abso­lut Arab di Timur Tengah, atau negara-negara militer di Timur Tengah. Di samping itu, kudeta sering kali juga terjadi di negara-negara komunis yang menganut sistem diktator.

Di negara-negara maju dan sungguh-sungguh menganut sistem demokrasi jarang sekali terjadi ku­deta. Hal ini disebabkan oleh telah rapinya tata orga­nisasi dan pelaksanaan hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme pergantian pimpinan negara. Di negara- negara yang seperti ini, hasil pemilihan umum sangat menentukan terjadi tidaknya pergantian pemerintahan atau pimpinan negara.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback