PENGERTIAN DAERAH TROPIKA

adsense-fallback

Bagian permukaan bumi yang dibatasi oleh garis lintang 23°30′ Selatan dan Utara. Di luar daerah ini matahari tidak pernah berada tepat di atas ubun-ubun. Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Niugini terletak di Daerah Tropika. Iklim dalam daerah ini beragam bergantung pada berbagai faktor, tak beda dengan daerah lain. Satu kesamaan adalah bahwa sepanjang tahun sudut jatuhnya cahaya matahari tidak berbeda banyak, terutama di khatulis-tiwa. Kesamaan ini menyebabkan Daerah Tropika tidak mengenal empat musim seperti Daerah Subtropis dan Daerah Kutub. Variasi suhu dalam sehari lebih mencolok daripada variasi suhu rata-rata harian dalam setahun. Di dekat lintang 23° pada bulan terdingin suhu rata-rata 15,5°C dan pada bulan terpanas suhu rata-rata 27°C.

adsense-fallback

Ada empat iklim tropis yang utama: (1) hutan hujan tropis, suhu, kelembapan, dan curah hujan tinggi yang merata atau hampir merata sepanjang tahun; (2) sabana, dengan dua musim: hujan dan kemarau; (3) setengah kersang, dengan dua musim, namun curah hujannya lebih rendah dibandingkan dengan sabana; (4) gurun, dengan ragam suhu sangat besar, namun tidak mengenal musim dingin sejati, hujan sangat sedikit, jarang dan tidak dapat diandalkan.

Di daerah hutan hujan tropis, orang menjumpai hutan lebat, dengan pohon berdaun lebar dan tidak . Di bawah pepohonan besar relatif tidak banyak perdu karena sinar matahari tidak sampai di situ. Namun di pinggir hutan atau di sekitar sungai, perdu dan tumbuhan menjalar tumbuh dengan lebat, karena sinar matahari mencapai permukaan tanah. Ada pakar yang berpendapat bahwa tanah di hutan hujan tidak subur karena hujan menghanyutkan zat hara. Suhu dan kelembapan yang tinggi juga menyebabkan mikroorganisme tumbuh pesat sehingga daun-daun yang gugur cepat tercerna, sehingga tanah di situ miskin akan bahan organik. Di daerah sabana, hutan tidak lagi lebat dan pohon-pohon secara musiman setengah rontok daunnya. Bila dari daerah sabana kita menuju ke daerah setengah kersang, maka akan kita jumpai pergantian hutan dengan pohon yang setengah rontok ke hutan dengan pohon yang secara musiman rontok; selanjutnya pohon-pohon mulai ja-rang dan di sela-selanya terdapat rerumputan tropis; dan akhirnya terbentang rerumputan hampir tanpa pohon. Di daerah setengah kersang rerumputan lebih pendek dibandingkan dengan daerah sabana. Pohon berpokok kayu sudah sangat jarang. Di gurun hanya dijumpai tumbuhan xerofit (seperti kaktus), di sana- sini diseling tanah gundul, yang biasanya berpasir.

Dilihat dari floranya, daerah tropika dapat dibagi dalam tropika lembap dan tropika bermusim (daerah setengah kersang dan gurun tidak diperhitungkan karena tumbuhan jarang di sini). Di tropika lembap flora hijau sepanjang tahun, sedangkan di tropika bermusim banyak pohon rontok pada musim kemarau panjang. Tersedianya air lebih menentukan dibanding dengan suhu, karena di tropis suhu tidak pernah terlalu dingin sehingga mengganggu tumbuhan. Namun kerontokan daun sering tidak sangat sesuai dengan musim atau cuaca. Rupanya keadaan faali di dalam J tumbuhan lebih menentukan daripada suhu.

Perbedaan curah hujan mengakibatkan habitat p y; ag berlainan bagi fauna di tropika. Ada fauna hutan hi.jan, ada fauna padang rumput, dan ada pula fauna gurun. Di hutan hujan tempo kehidupan binatang kurang lebih seragam dan sinambung, karena praktis tidak ada musim di sini. Sepanjang tahun keadaan senantiasa lembap, pohon selalu hijau, berbunga dan berbuah. Aneka ragam binatang menghuni hutan ini, niulai dari kutu dan keong renik, labah-labah, berbagai serangga seperti kupu, lebah dan lain-lainnya, sampai berbagai reptil, binatang pengerat, babi hutan, gajah dan binatang buas seperti singa dan harimau. B rung dan berbagai jenis kera hidup di pepohonan. Y. ng mencolok adalah banyaknya spesies dalam setiap marga, banyaknya marga dalam setiap suku, dsb. Banyaknya individu dalam tiap spesies bergantung pada flora yang dapat mendukungnya.

Orang-orang di daerah tropika makan daging tidak sebanyak orang-orang di daerah subtropis. Namun mereka makan ikan bilamana tersedia. Pakaian di daerah tropika mencerminkan suhu dan kelembapan yang tinggi. Mereka cenderung berpakaian tipis, atau malahan tidak berbaju. Rumah asli di daerah tropis juga khas. Hujan lebat yang sering terjadi memaksa pembuatan atap miring. Di Afrika gubuk cenderung berbentuk sarang lebah agar tahan terhadap hujan badai. Seringnya terjadi banjir mendorong orang membuat rumah panggung.

Terutama di masa lampau, banyak suku bangsa bercocok tanam dengan membuka hutan. Setelah pohon-pohon besar ditebang, perdu dan semak dibakar pada akhir musim kemarau. Abu itu merupakan satu- satunya pupuk, sehingga setelah beberapa tahun ladang itu akan menjadi kurus dan ditinggalkan dan menjadi hutan kembali. Sumber karbohidrat diperoleh dari padi sawah, padi huma, cantel, dan berbagai umbi dan ubi kayu. Selain itu juga dari pisang, tebu, sagu dan buah sukun. Tanaman ini disesuaikan dengan keadaan setempat, misalnya lebatnya hujan, adanya sungai untuk irigasi, dll. Di daerah yang lebih kersang orang hidup dari berburu dan mengambil hasil alam lain. Populasi manusia dengan demikian sangat bergantung pada dukungan habitat. Negara Bagian Kerala dan Pulau Jawa mempunyai kepadatan penduduk yang tinggi (di atas 500 jiwa per kilometer persegi), sebaliknya daerah kersang dan gurun hampir tidak berpenduduk.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback