Advertisement

Compositae, Compositae mencapai batas ekstrem- dalam langkah maju evolusi, dari individu bunga yang jelas ke perbungaan yang jelas, yang tersusun atas massa bunga-bunga kecil. Apa yang biasa disebut bunga pada suku ini adalah pada kenyataannya berupa satu bongkol (yaitu suatu perbungaan yang tersusun atas bunga-bunga kecil tak bertangkai, disebut floret, yang muncul pada penyangga bersama) yang dikelilingi oleh pembalut braktea yang mirip kelopak ( 10.6). Nama Compositae mengacu kepada sifat majemuk struktur dari apa yang secara salah kaprah disebut ‘bunga’. Sifat konstan lainnya dari suku ini ialah berfusinya kepala sari menjadi saw tabung. Ada beberapa suku lagi yang berbunga kecil-kecil dan berkelompok seperti itu, misalnya Proteaceae, tetapi suku ini memiliki bakal buah menumpang, kepala sari yang lepas dan perbedaan-perbedaan lain dengan Compositae.

Pertelaan Suku

Advertisement

Kebanyakan terna, kadang-kadang perdu atau pohon. Daun berhadapan atau berseling, tunggal, lembaran dengan yang dalamnya bervariasi, tanpa penumpu. Bunga berbentuk kepala (bongkol), masing-masing dikelilingi oleh pembalu: braktea mirip kelopak. Floret duduk di atas bongkol yanz melebar dari penyangga (gagang perbungaan), masing-masing floret biasanya ada pada ketiak daun gagang penyangga (receptacular bracteole), epigin. Floret-floret pada satu bongkol mungkin (a) semuanya berbentuk tabung (bongkc.diskoid,  10.7), (b) semuanya berbentuk lidah (ligulate), yaitu berbentuk sabuk (strap-shaped) (bongkol bentuk lidah), atau (c) floret bagian dalam atau floret cakram berbentuk tabung dan floret bagian luar atau floret jejari berbentuk lidah (bongkol memancar,  10.8).

Floret bentuk tabung: aktinomorf dan berkelamin dua. Kelopak tidak ada atau berbentuk sisik (misalnya Helianthus), berbentuk bulu kejur (bristles) (misalnya Bidens) atau,

sering berbentuk cincin atau bulu-bulu yang tetap menempel pada buah sebagai papus (jambul). Maleota gamopetal, berbentuk tabung, bercuping 5 (jarang 3 atau 4). Benang sari 5 (atau sama banyaknya dengan cuping makota), biasanya dengan filamen yang bebas tetapi selalu memiliki kepala sari yang bersatu menjadi tabung. Bakal buah terbenam, berdaun buah 2, ber-ruang satu dengan satu bakal biji yang terletak di dasar, tangkai putik bercabang dua, kepala putik pada permukaan dalam kedua cabang. Buah berupa buah longkah, sering kali bermakotakan papus yang tetap ada dan bertindak sebagai parasut dalam pemencaran buah oleh angin.

Floret bentuk lidah: zigomorf, berkelamin dua, betina atau netral. Kelopak sama seperti pada floret bentuk tabung. Makota gamopetal, berbentuk sabuk. Benang sari (jika ada), bakal buah dan buah sama dengan pada floret bentuk tabung.

Suku Compositae dibagi menjadi dua anak suku: (1 Asteroideae yang memiliki floret bentuk tabung dengan atau tanpa floret jejari, dan (2) Lactucoideae yang hanya memiliki floret bentuk lidah. Bahwa pembagian ini alami disokong oleE sifat fisiologinya, yaitu semua anggota Lactucoideae mengeluarkan getah putih jika dipotong, sedangkan anggota Asteroideae tidak.

Menurut jumlahnya Compositae merupakan suku tumbuh-an berbunga yang terbesar dengan sekitar 1100 marga dan 25 000 jenis yang tersebar luas di seluruh dunia. Suku ini sering dianggap sebagai puncak evolusi pada Dikotil, sebab 😀 unganya telah menyimpang dari sifat primitifnya melalui saris langkah yang lebih maju daripada suku-suku dikotil lainnya. Bentuk terna yang melimpah dalam Compositae dapat juga dianggap sebagai sifat lebih maju. Satu-satunya sifat bahwa Compositae cenderung untuk tetap primitif ialah adanya aktinomorfi pada floretnya yang berbentuk tabung, tetapi fakta dari pengamatan menunjukkan bahwa kombinasi antara epigini dan zigomorfi jarang terjadi bersama-sama pada Dikotil. Walaupun tidak konstan ada pada Compositae, zigomorfi terjadi pula pada floret bentuk lidah, yang karenanya dianggap maju dalam ketujuh langkah maju seperti tercantum pada halaman 185.

Compositae barangkali mencakup lebih banyak tanaman budidaya daripada suku-suku lainnya. Jenis-jenis yang umum dibudidayakan di daerah tropik antara lain adalah Lactuca sativa (selada), jenis-jenis Chrysanthemum (termasuk C. cinerariifolium yang menghasilkan insektisida piretrum), Cosmos, Dahlia, Gerbera, Helianthus (termasuk H. annuus, yang bijinya digunakan sebagai makanan unggas dan juga penghasil minyak bunga matahari), Tagetes (marigold), Tithonia dan Zinnia. Suku ini juga mencakup berbagai jenis gulma, yang banyak di antaranya berupa tumbuhan introduksi yang telah bernaturalisasi, seperti Acanthospermum spp. (star-burrs), Bidens spp. (ketul, hareuga), Sonchus spp. (tempuyung), Tagetes minuta (marigold Meksiko) dan Tridax procumbens.

 

Advertisement