Advertisement

Chlamydomonas, Chlamydomonas adalah ganggang hijau bersel tunggal mi-kroskopis yang sangat umum terdapat dalam air tawar yang tergenang (misalnya dalam kolam, tangki air hujan, dan sebagainya), dan seperti Euglena, mungkin merupakan alasan mengapa air tergenang kadang-kadang menjadi kehijauan. Sel tunggalnya berbentuk bulat telur atau kadang-kadang berbentuk buah per (pear) dan dibungkus dengan selulosa tipis yang berenang dengan gaya dada. Sebagian besar ruangan dalam sel itu ditempati oleh sebuah kloroplas berbentuk cawan tebal yang menekan dinding sel dan memberi warna hijau pada seluruh bagian organisme ini. Terendam dalam bagian pangkal kloroplas yang menebal terdapat sebuah organel yang jelas, yaitu pirenoid, yang sering dikelirukan dengan inti, kecuali letaknya yang berbeda. Ujung depan sel dan rongga kloroplas terisi oleh sitoplasma tak berwarna. Sitoplasma yang terdapat dalam rongga kloroplas berisi inti, mitokondria, dan organel-organel lain. Tepat di bawah titik perlekatan flagel terdapat dua vakuola kontraktil, yang bergantian bergerak yang mengakibatkan pengembangan yang lambat diikuti pengempisan yang mendadak. Vakuolavakuola ini tidak disangsikan lagi mempunyai fungsi untuk membuang kelebihan air dan limbah terlarut. Di dalam kloroplas (biasanya berdekatan dengan bibir) terdapat bintik mata yang merah dan peka terhadap cahaya.

Chlamydorrzonas memiliki cara perkembangbiakan asek-sual dan seksual. Pada perkembangbiakan aseksual mula-mula sel yang mampu bergerak itu beristirahat, flagel ditarik masuk dan protoplasma membelah diri menjadi dua, empat, atau delapan sel anak (2.5). Tiap sel itu berkembang menjadi zoospora yang berflagel dua dan menyerupai sel tetuanya, hanya mula-mula lebih kecil ukurannya. Zoospora berenang menjauh ketika dinding sel tetuanya pecah.

Advertisement

Perkembangan seksual terjadi jika dua individu yang tipe kelaminnya berlawanan bersentuhan satu sama lain. Proto-plasma masing-masing individu membelah diri menjadi 16, 32, atau bahkan 64 sel anak, yang berfungsi sebagai garnet jika sel-sel ini dilepaskan dari sel tetuanya. Garnet-garnet dari dua individu yang meleburkan diri mula-mula bergabung menjadi satu massa, tetapi kemudian masing-masing pasang pecah dan terpisah-pisah. Garnet dari satu pasang kemudian melebur diri melalui ujung tempat flagelnya dan terbentuklah zigotzigot. Dinding zigot menebal dan zigot itu berubah menjadi sebuah zigospora. Setelah melalui masa istirahat, isi zigospora membelah diri melalui meiosis membentuk empat zigospora yang haploid, yang dibebaskan dengan jalan pecahnya dinding zigospora. Zigot merupakan satu-satunya tahap diploid pada daur hidupnya.

Pada sebagian besar jenis-jenis Chlamydomonas garnet-gametnya kean persis serupa, karena itu disebut isogami. Namun, secara fisiologi garnet-garnet itu berbeda dan pele-buran hanya akan terjadi antara garnet-garnet berjenis kelamin berlawanan. Karena tidak mungkin dinyatakan bahwa satu garnet sebagai jantan dan yang lain sebagai betina, maka kedua tipe kelamin itu disebut + dan — . Tipe kelamin ditentukan secara genetik. Karena zigot terbentuk dengan cara peleburan garnet + dan garnet —, intinya pasti berisi alel tipe kelamin + dan — . Alel-alel ini memisah pada meiosis, sehingga dari keempat zigospora yang terbentuk, dua berupa + dan dua — . Keadaan bahwa garnet-garnet dari individu yang sama atau galur individu yang sama tak dapat melebur diri dinamakan heterotalik (heterothallic). Walaupun pada kebanyakan jenis Chlamydornonas garnet yang meleburkan diri ukurannya sama (isogam), pada beberapa jenis ukuran garnet berbeda, bergantung pada jumlah pembelahan yang terjadi sebelum garnet terbentuk (anisogam). Pada jenis-jenis anisogam ini garnet-garnet dapat dianggap berdiferensiasi seksual, dan garnet yang lebih kecil dari kedua garnet yang bergerak dapat dianggap sebagai garnet jantan. Setidak-tidaknya pada satu jenis Chlamydornonas (yaitu C. cocci/era) diferensiasi seksual gametnya terlaksana sampai suatu batas yang pada batas itu satu individu utuh berfungsi sebagai satu garnet betina yang tak bergerak, yang dibuahi oleh satu garnet jantan yang lebih kecil dan dapat bergerak, yang dihasilkan dalam pembelahan meiosis protoplasma individu lain. Perkembangan seksual semacam ini disebut oogami, sebab satu garnet yang kehilangan kemampuan geraknya dinamakan oosfer atau telur.

 

 

Advertisement