PENGERTIAN CERITA SILAT

adsense-fallback

Yang disingkat cersil, adalah karya fiksi yang berisi kisah petualangan, kepahlawanan, dan perkelahian. Asal mula jenis cerita yang di Indonesia dapat dimasukkan sebagai novel populer ini dari daratan Cina yang disebut Wuxia Xiaoshuo. Salah satu karya klasik cerita ini di Cina adalah Tiga Pendekar dan Lima Jagoan (1879) karangan Shi Yukun. Menurut Claudine Salmon, cerita silat mulai berkem bang pada akhir jaman Dinasti Qing (Ching) atai Dinasti Manchu di permulaan abad ke-20. Sesudah tahun 1919 cerita silat berkembang amat marak. Perkembangan ini disebabkan oleh ketidakpuasan rakyat terhadap perubahan-perubahan sosial politik yang lamban di Cina. Dengan membaca cersil, mereka mendapatkan pelepasan dalam membaca tokoh-tokoh silat yang bebas dan mandiri dalam menyelesaikan masalah-masalah sosial dan kemanusiaan.

adsense-fallback

ia-mula cerita ini berbentuk pendek tetapi episode-episode lanjutannya, menjadi panjang. Isinya tidak selalu berdasarkan peristiwa dan tokoh sejarah. Tema yang digemari adalah balas dendam. Perkelahian (silat) sering digambarkan dengan detail teknis yang realistik tetapi tak jarang juga digambarkan dengan kekuatan sihir dan makhluk-makhluk halus. Mula-mula cerita-cerita ini dimuat secara bersambung di koran atau majalah. Ada juga yang diterbitkan sebagai buku dalam beberapa episode.

rita silat mulai populer di Indonesia pada masa L,. ,ii 1924-1930, terutama di lingkungan kaum Cina peranakan. Barangkali sifat petualangan, kemandirian, keuletan, keterampilan tokoh-tokohnya sesuai dengan tuntutan kaum imigran Cina di rantau. Cerita silat ini masih berupa terjemahan dari pengarang-pengarang Cina di Hong Kong, Taiwan, atau Cina daratan. Claudine Salmon, yang mempelajari jenis sastra ini, mencatat 40 nama penulis cerita silat yang karya- karyanya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Mula-mula karya mereka dimuat secara bersambung di ‘i rat kabar Sin P o atau Ke n g Po. Pada tahun 1930 erbitan bulanan yang khusus menerbitkan cersil, yakni Goedang Tjerita. Pada tahun 1933 terbitan ini resmi memakai istilah Tjerita Silat bagi penerbitannya. Penerjemah yang terkenal dari cerita silat ini ialah Tan Tek Ho, Ho Nai Chuan. Pada tahun 1934- 1940 terdapat empat penerbitan bulanan yang meng-khususkan diri dalam cerita silat. Hal ini menunjukkan bahwa cersil memang digemari oleh masyarakat peranakan Cina maupun pribumi di Indonesia.

Pada tahun 1950-an. cersil mulai terkenal lagi di ;ungan pembacanya. Penerjemah cersil yang terkenal pada masa itu adalah O.K.T. (Oey Kim Tiang), Boe Beng Tjoe (Oey An Siok), dan Gan K.L. (Gan Kok Liang). Meskipun cersil yang diterbitkan sebagai buku hingga puluhan jilid itu merupakan terjemahan dari cersil Hong Kong. nama penulis aslinya jarang disebut atau dikenal oleh pembacanya. Yang lebih dikenal adalah nama penerjemahnya. Karya-karya Jin Yong (Chin Yung) dan Liang Yusheng (Liang I Shen) banyak diterjemahkan dan digemari pembaca Indonesia termasuk Memanah Burung Rajawali, To Liong V ij. Pendekar Kerajaan Tail i, di L

Pengaruh cersil terhadap para penulis di Indonesia mulai tampak pada tahun 1964 ketika Singgih Hadi Mintardja menulis serial cersil di harian Kedaulatan Rakyat, Yogya, dengan setting sejarah Kerajaan Pajang (abad ke-16) yang berjudul Nagasasra dan Sabuk Inten. Sekitar tahun itu, Kho Ping Hoo juga menulis cersil dengan setting Cina atau Indonesia. Kho Ping Hoo sering menamakan cersil yang berset- ting Cina sebagai “cerita silat asli”. Dalam sebuah wawancara ia mengakui bahwa ia mempelajari /.rafi Cina. Cersil S.H. Mintardja begitu terkenalnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur sampai menimbulkan wabah cersil dengan latar belakang sejarah Singasari, Majapahit, pada tahun 1960-an di Jawa Tengah. Penulis cersil lain yang terkenal adalah Herman Pratikto.

Dalam dasawarsa 1970-an dan 1980-an Kho Ping Hoo terus produktif menulis cersil. Namun kemudian kepopuleran cersil tergeser dengan masuknya kaset video cerita silat dari Hong Kong yang sebagian besar berisi cerita yang populer pada dasawarsa sebelumnya. Setelah Arswendo Atmowiloto menulis cersil Senapati Pamungkas (1985), cerita silat bersetting Indonesia dalam dasawarsa 1980-an popuier lagi lewat sandiwara radio. Cersil sandiwara radio yang terkenal adalah Saur Sepuh karangan Niki Kosasih. yang bersetting Kerajaan Pajajaran dan Tutur Tinular yang bersetting Majapahit.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • cersil cina dendam

adsense-fallback