Advertisement

Capparaceae, Capparaceae ( 9.2) diuraikan lebih dahulu, sebab bunganya dianggap lebih primitif daripada suku-suku yang akan dijelaskan berikutnya. Selain pernyataan langkah maju secara khas seperti pada langkah maju 1 (yaitu susunan melingkar) dan langkah maju 2 (yaitu jumlah tertentu dari bagian-bagian bunga) yang telah dicapai oleh hampir semua suku yang masih hidup, kemajuan yang paling jelas yang ditunjukkan oleh susunan primitif bagian-bagian bunga suku ini ialah ginoesiumnya yang sinkarp. Keadaan ini terjadi karena fusi dua atau lebih daun buah membentuk bakal buah tunggal menumpang yang berplasenta parietal.

Sebagai konsekuensi dari berbagai langkah maju bagian-bagian bunga yang telah terjadi dengan kecepatan yang berbeda, Capparaceae juga melukiskan suatu fakta bahwa jenis-jenis dan marga-marga yang berkerabat dalam satu suku itu kadang-kadang memperlihatkan struktur bunga dengan derajat kemajuan yang sangat berbeda. Jadi, beberapa jenis Capparaceae memiliki benang sari yang tentu jumlahnya, sedangkan jenis-jenis lainnya memiliki jumlah yang tak tentu. Selain itu, makota bunga pada kebanyakan anggota Capparaceae adalah aktinomorf, tetapi pada beberapa anggota lainnya ada kecenderungan yang jelas makotanya zigomorf. Tingkatan langkah maju yang beraneka dalam struktur bunga di antara berbagai jenis dan marga dalam satu suku terlihat paling jelas dalam Rosaceae. Suku ini adalah salah satu suku yang sangat penting di daerah iklim sedang, tetapi tidak diuraikan dalam buku ini, sebab tidak terwakili secara baik di daerah tropik.

Advertisement

Terna, perdu, pohon, atau kadang-kadang liana berkayu. Daun berseling, tunggal atau majemuk menjari; daun penumpu- tidak ada, kecil atau menduri. Bunga berkelamin dua, aktinomorf atau zigomorf. Daun kelopak 4, biasanya bebas. Kebanyakan Capparaceae berupa tumbuhan tropik atau subtropik. Beberapa jenis tumbuhan setahun dibudidayakan sebagai tanaman kebun, termasuk Gynandropsis speciosa, yang mirip gulma yang tersebar luas, G. gynandra ( 9.2a) yang hanya berbeda dari bunganya yang lebih besar dan hampir tidak terbuka. Anggota yang paling banyak dikenal dari suku ini ialah Capparis spinosa, yang kuncup bunganya biasa dijadikan acar.

 

Advertisement