Advertisement

Trichuris trichiura, suatu jenis cacing gilig kecil yang menyebabkan penyakit trikuriasis. Cacing ini tergolong cacing yang ditularkan melalui tanah. Trikuriasis masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, karena diidap oleh sekitar 70—90 persen penduduknya. Pengidapnya terutama anak balita dan anak sekolah dasar, yang senang bermain dengan tanah tercemar telur cacing. Pencemaran tanah disebabkan oleh kebiasaan buang air besar di sembarang tempat, tidak di kakus. Higiene perseorangan dan sanitasi lingkungan yang buruk mempertinggi kemungkinan mendapatkan infeksi. Infeksi ringan biasanya tidak menimbulkan gejala yang jelas atau bahkan tanpa gejala sama sekali. Infeksi berat dan menahun, terutama pada anak, menimbulkan gejala nyata seperti diare, sindrom disentri, anemia, turunnya berat badan dan kadang-kadang keluarnya usus melalui anus.

Cacing ini setelah dewasa berbentuk cambuk. Yang betina panjangnya lebih-kurang 5 sentimeter, dengan ekor membulat tumpul; yang jantan panjangnya lebih-kurang 4 sentimeter, ekornya melingkar dengan sebuah alat kelamin yang disebut spikulum. Bagian depannya berbentuk cambuk halus. Telurnya yang mudah dikenal dengan bantuan mikroskop, berbentuk tempayan sebesar 50 x 32 mikron dengan tonjolan jernih pada kedua kutubnya. Kulit bagian luar telur berwarna kuning dan kulit bagian dalam jernih. Isinya sel telur yang sudah dibuahi. Cacing dewasa hidup di dalam rongga usus besar. Bagian depan yang berbentuk cambuk masuk ke dalam selaput lendir usus. Seekor cacing betina diperkirakan setiap kali mengeluarkan telur 3.000-10.000 butir, yang kemudian keluar bersama tinja. Bila mendapatkan lingkungan yang sesuai berupa tanah liat yang lembap dan daerah yang teduh, telur menjadi matang dalam waktu 3—6 minggu. Telur matang sudah berisi larva dan menjadi bentuk infektif. Bila tertelan oleh manu.cia, telur yang telah matang tersebut akan keluar melalui dinding telur di dalam usus kecil, dan menjadi dewasa di dalam usus besar. Jadi cacing ini tidak mempunyai siklus paru-paru seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Masa pertumbuhan, mulai dari telur yang tertelan sampai menjadi dewasa, kira-kira 30—90 hari. Cacing cambuk dapat hidup selama beberapa tahun.

Advertisement

Penyakit ini dapat dicegah dengan mengubah kebiasaan hidup yang kurang sehat, seperti kebiasaan buang air besar di sembarang tempat, dan menjaga kebersihan lingkungan danperorangan, terutama anak-anak: misalnya perlu dibiasakan mencuci tangan sebelum makan dan mencuci dengan baik sayuran yang dimakan mentah. Dengan adanya obat cacing mebendazol dan pirantel pamoat, infeksi cacing cambuk sudah dapat diobati dengan hasil yang cukup baik.

Advertisement