Advertisement

Benih cabai merah berasal dari biji yang telah dikeringkan untuk kemudian disemai. Setelah mencapai ketinggian 10—15 sentimeter, semai dipindahkan ke kebun. Secara umum, ada dua cara menyusun tanaman di kebun, yakni dengan diselingi bawang merah, atau tanpa selingan tanaman lain. Sistem penanamannya pun bermacam-macam, yaitu sistem glebangan, sistem domino, sistem domino setengah bedeng, dan sistem renggang. Pada sistem glebangan, di setiap dengan ditanam dua larik cabai merah. Pada sistem domino, di satu bedengan ditanam dua larik cabai merah dengan selingan satu larik bawang merah. Sistem domino setengah bedeng mirip dengan sistem glebangan, tetapi pada sistem ini, di antara empat tanaman cabai, ditanam lagi satu tanaman cabai. Yang terakhir adalah sistem renggang. Sistem ini juga mirip sistem glebangan, tetapi pada setiap baris ketiga ditanam bawang merah.

Termasuk tanaman perdu semusim. Tingginya 60—75 sentimeter. Pangkal batangnya berkayu, kuat, dan bercabang banyak. Daunnya tunggal dengan letak menyebar, dan bentuk bulat telur berujung meruncing. Bunganya pun tunggal dengan mahkota berwarna putih. Buahnya yang berbiji banyak berbentuk bulat panjang, meruncing di bagian ujung. Daging buah cabai merah terasa pedas karena mengandung minyak asiri. Selain itu, cabai merah juga mengandung sukrosa, fruktosa, protein, dan vi-tamin C. Cabai merah berasal dari daerah Amerika tropis, namun kini sudah tersebar luas di daerah tropis lainnya. Di Indonesia, cabai merah sudah lama dibudidayakan, terutama untuk diambil buahnya. Tanaman ini mudah ditanam, tidak bergantung pada musim, dan dapat tumbuh subur di dataran rendah maupun dataran tinggi. Ada lima bibit unggul cabai merah, yaitu varietas semarang, lombok, tampar malam, IR atau cabai taiwan, dan Jatilaba. Tanaman ini rata-rata berumur 150 hari. Produksinya sekitar 8—11 ton per hektar.

Advertisement

Panenan pertama dilakukan ketika cabai merah berusia sekitar 70—75 hari. Setelah itu, panenan dikukan tiap tiga hati sekali. Buah yang dipanen berwarna merah saja, karena harganya dibandingkan cabai yang berwarna hijau. Antraknosa atau kropak, cendawan yang menyebabkan bercak daun, penyakit layu dan keriting daun dapat merusak tanaman cabai merah. Para petani membasmi penyakit-penyakit.ini dengan menyemprotkan fungisida. Hama ulat perusak daun (Prodenia litura), lalat buah (Dacus dorsalis), kutu daun (Indrax) dapat dibasmi dengan insektisida. Hama tikus juga sering mengganggu tanaman cabai merah. Selain sebagai sayuran, cabai merah juga berperan di dalam industri farmasi, kosmetika, minuman, dan makanan. Kleoresin yang dikandung cabai, misalnya, banyak digunakan dalam industri makanan. Ekstraknya sangat dibutuhkan dalam pembuatan ginger beer. Cabai merah juga mengandung bioflavonoid. Dalam industri farmasi, cabai dipakai sebagai campuran obat gatal, pegal-pegal, reumatik, dan sesak napas.

Advertisement