Advertisement

bunga dan Penyerbukan, ANGIOSPERMA (Angiospermae) atau tumbuhan berbunga dan gimnosperma yang diperbincangkan dalam bab sebelumnya, keduanya menghasilkan biji sebagai satuan pemencaran, tetapi berbeda satu dari yang lain pada tingkat bagaimana biji :nudanya (bakal bijinya) terbuka pada waktu penyerbukan. Kalau ada gimnosperma serbuk sari dapat langsung mencapai Bakal biji, pada angiosperma bakal biji tertutup di dalam megasporofil yang bermodifikasi, yang disebut daun buah, dan serbuk sari harus menembus jaringan daun buah tersebut sebelum mencapai bakal biji untuk membuahinya.

Angiosperma adalah kelompok tumbuhan modern yang paling mencolok dan paling besar, baik dalam jumlah jenis maupun dalam jumlah individunya. Lebih dari 250 000 jenis telah dipertelakan, yang berkisar dari tumbuhan kecil mengambang yang disebut Wolffia yang berdiameter sekitar satu milimeter, sampai pohon raksasa seperti pohon gom Australia Eucalyptus sp.) yang tingginya lebih dari 100 meter. Walaupun angiosperma kini merupakan tumbuhan darat yang dominan di dunia, tak ada bukti yang terpercaya bahwa rumbuhan ini telah ada sebelum Zaman Kapur (130 juta tahun yang lalu). Sebaliknya pada akhir Zaman Kapur jumlah rumbuhan ini sangat meningkat, dan dalam jangka waktu beberapa juta tahun (interval yang sangat pendek untuk masa geologi) menjadi tumbuhan yang dominan sampai kini.

Advertisement

Tidak diperoleh penjelasan yang memuaskan mengenai ledakan ‘biologi’ angiosperma ini. Seperti dikemukakan oleh ahli botani Takhtajan, ledakan ini mempunyai pengaruh yang :nenentukan bagi evolusi he-wan darat selanjutnya, dan dalam ?endapat terakhir dikemukakan bahwa ledakan ini memungkinkan pemunculan manusia. Barangkali terbungkusnya Bakal biji sejak Zaman Kapur mempunyai nilai tinggi sekali bagi biologi, tetapi ‘mengapa demikian’ masih merupakan teka-teki besar mengenai angiosperma ini. Sukar dipahami bagaimana pembungkusan bakal biji, yang tampaknya mempersulit pembuahan, dapat merupakan kelebihan kemampuan menyeleksi dalam evolusi. Diduga bahwa sifat angiosperma ini memungkinkan evolusi mekanisme inkompatibilitas ke arah penangkaran baur (outbreeding), tetapi ini hanya merupakan dugaan teleologi (yaitu dugaan yang menjelaskan ‘arti’ ditinjau dari pencapaian ‘akhir’) dan tidak menjelaskan asal-mula pembungkusan bakal biji tersebut; manfaat pembungkusan ini tampaknya hanya berupa suatu proteksi. Proteksi terhadap kekeringan merupakan satu kemungkinan, tetapi proteksi terhadap pemangsa biji yang potensial lebih mungkin lagi. Apa pun alasan yang mengakibatkan keberhasilan angiosperma, satu-satunya hal yang umum pada angio-sperma adalah kehadiran bunga.

Advertisement