Advertisement

BRAIN—STORMING , Brain storming adalah suatu teknik atau cara mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. Ialah dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai satu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok manusia dalam waktu yang sangat singkat.

Tujuan penggunaan teknik ini ialah untuk menguras habis, apa yang dipikirkan para siswa dalam menanggapi masalah yang dilontarkan guru ke kelas tersebut.

Advertisement

Dalam pelaksanaan -metode ini tugas guru adalah membe-rikan masalah yang mampu merangsang pikiran siswa, sehingga mereka menanggapi, dan guru tidak boleh mengomentari bahwa pendapat siswa itu benar/salah; juga tidak perlu disimpulkan, guru hanya menampung semua pernyataan pendapat siswa, sehingga semua siswa di dalam kelas mendapat giliran, tidak perlu komentar atau evaluasi.

Murid bertugas menanggapi masalah dengan mengemu ka-kan pendapat, komentar atau bertanya ; atau mengemukakan masalah baru, mereka belajar dan melatih merumuskan penda-patnya dengan bahasa dan kalimat yang baik. Siswa yang ku-rang aktif perlu dipancing dengan pertanyaan dari guru agar turut berpartisipasi aktif, dan berani mengemukakan pendapatnya.

Teknik brain-storming digunakan karena memiliki banyak keunggulan seperti:

– Anak-anak aktif berfikir untuk menyatakan pendapat.

–              Melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis. Merangsang siswa untuk selalu siap berpendapat yang ber-hubungan dengan masalah yang diberikan oleh guru.

–              Meningkatkan partisipasi siswa dalam menerima pelajaran. Siswa yang kurang aktif mendapat bantuan dari temannya yang pandai atau dari guru.

— Terjadi persaingan yang sehat.

–              Anak merasa bebas dan gembira.

—           Suasana demokrasi dan disiplin dapat ditumbuhkan.

Namun demikian teknik ini masih juga memiliki kelemah,111 yang perlu diatasi ialah:

Guru kurang memberi waktu yang cukup kepada siswa untuk berpikir dengan baik.

Anak yang kurang selalu ketinggalan.

Kadang-kadang pembicaraan hanya dimonopoli oleh anak yang pandai saja.

Guru hanya menampung pendapat tidak pernah merumuskan kesimpulan.

Siswa tidak segera tahu apakah pendapatnya itu betul/salah. menjamin hasil pemecahan masalah.

Masalah bisa berkembang ke arah yang tidak diharapkan.

Namun demikian teknik ini sering menguntungkan, supaya berhasil sebaiknya digabung dengan teknik yang lain.

 

Advertisement