Advertisement

Mulai dipublikasikan pada tahun 1976 oleh pembuatnya, Brian Kernighan dan Dennis Ritchie, dalam buku yang berjudul The C Programming Language. Perkembangan bahasa pemrograman C dimulai dengan dibuatnya bahasa BCPL (Basic Combined Programming Language) oleh Martin Richard, di Cambridge pada tahun 1967. Kemudian Ken Thompson membuat bahasa B untuk dipakai pada komputer DEC PDP-7 dengan sistem operasi UNIX di Bell Laboratory, Murray Hill, New Jersey, pada tahun 1970. Pada tahun 1972 Dennis Ritchie membuat bahasa pemrograman C di AT&T Bell Laboratories. Nama C diambil berdasarkan urutan sesudah B dari bahasa BCPL. Sejak dipublikasikan, popularitas bahasa pemrograman C terus meningkat. Dua alasan utama penyebab meningkatnya popularitas bahasa C adalah (1) fleksibilitasnya, bahasa JC.dapat digunakan pada berbagai domain aplikasi dengan relatif mudah; dan (2) popularitas sistem operasi UNIX: sebagian besar perangkat lunak dalam sistem operasi UNIX ditulis dengan menggunakan bahasa pemrograman C.

Bahasa C cocok untuk membuat program sistem karena dapat berperan sebagai bahasa pemrograman tingkat rendah dan bahasa pemrograman tingkat tinggi. Bahasa pemrograman itu disebut bahasa tingkat rendah karena menyediakan mekanisme yang dapat digunakan untuk mencapai (akses) tingkat paling rendah dalam perangkat keras; disebut bahasa tingkat tinggi karena mempunyai fasilitas seperti struktur data dan struktur pengendali yang banyak dimiliki oleh bahasa pemrograman tingkat tinggi yang modern. Kedua aspek ini saling melengkapi. Fasilitas tingkat rendah meningkatkan penggunaan bahasa C pada setiap kekhasan mesin, sedangkan fasilitas tingkat tinggi menjadikan bahasa C tidak bergantung pada perangkat keras; sebagai contoh, suatu program C yang ditulis untuk komputer Apple akan dengan mudah dapat dijalankan pada komputer IBM (perangkat lunak yang portabel). Penunjuk {pointer) pada bahasa C merupakan salah satu mekanisme yang dapat dijadikan contoh ketakbergantungan pada perangkat keras. Bahasa C juga merupakan bahasa yang ideal untuk perancangan dan implementasi pada proyek pemrograman yang rumit. Fasilitas untuk menggunakan fungsi (subprogram) secara fleksibel dan fungsi dipandang sebagai entitas yang terpisah. Bahasa C sendiri menggunakan struktur secara top-down, masalah yang rumit dan besar dikelompokkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dipandang sebagai fungsi. Program-program C dapat dihimpun menjadi beberapa berkas. Setiap berkas dapat dikompilasi secara bebas dan dirangkai (dilink) dengan berkas-berkas lain yang telah dikompilasi, sehingga bagian suatu program yang besar dapat didebug secara efisien. Jika terjadi kesalahan kompilasi, hanya bagian kecil dari program yang perlu dikompilasi ulang dan proses sunting-kompilasi dapat berjalan terus secara baik.

Advertisement

Advertisement