Advertisement

Bahasa Kode Genetika, Semua informasi untuk pembentukan protein enzim, protein struktural dan protein pengatur dalam satu sel terkandung dalam satu abjad yang terdiri atas empat huruf, yaitu A, C, G, dan T, yang terentang sepanjang molekul DNA. Bagaimana-pun juga urutan keempat huruf itu menentukan urutan kedua puluhi satuan asam amino pembentuk protein. Jika satu huruf menjadi kode bagi satu asam amino, hanyalah empat macam asam amino dapat ditentukan. Kalau sekiranya dua basa diperlukan untuk mencirikan satu asam amino, jumlah ini masih belum mencukupi, sebab dua huruf dapat dipilih dari abjad yang terdiri atas empat huruf yang dapat membentuk Suatu kode yang bertumpang-tindih terdiri atas kata-kata yang saling bertumpang-tindih, misalnya pada satu kode triplet huruf-huruf dari suatu kata tertentu merupakan bagian dari satu, dua atau tiga kata. Pada urutan C AT G T A G A G kata pertama adalah C A T, tetapi kata kedua dapat T G T atau A T G, bergantung kepada apakah ada pertumpangtindihan satu atau dua huruf pada kode itu. Kode macam ini tidak mungkin merupakan kode bagi DNA, sebab di sini ada pembatasan-pembatasan yang ketat terhadap berbagai kemungkinan urutan asam amino dalam protein. Misalnya, jika kata pertama pada kode berhuruf tiga yang salah satu huruf bertumpang-tindih adalah C A T, seperti pada urutan di atas, maka kata keduanya mesti berawal dengan T, dan demikian pula jika ada dua huruf yang bertumpang-tindih, maka kata kedua harus berawal dengan A. Analisis urutan asam amino dalam protein menunjukkan bahwa sebarang asam amino dapat mengikuti sebarang asam amino lain, dan fakta pengamatan ini bertentangan dengan kode yang bertumpang-tindih.

Jika kode genetika itu berupa satu triplet yang tidak bertumpang-tindih, kemudian masalah tentang bagaimana kata-kata dapat dibedakan satu sama lain masih perlu dipecahkan. Untuk sementara diasumsikan bahwa kode DNA adalah satu triplet yang tidak bertumpang-tindih, urutan basa C AT C A T CA T… dapat ditegaskan dengan menggunakan basa keempat, G, sebagai satu pemisah antara masing-masing triplet C A T. Susunan seperti ini akan sama dengan suatu abjad fungsional yang hanya terdiri atas tiga huruf, dan jumlah triplet yang mungkin dapat disusun dari abjad empat huruf dengan penegasan demikian adalah 27 (yaitu 3 x 3 x 3). Walaupun demikian, diketahui (lihat kemudian) bahwa kode DNA itu berdegenerasi, yang berarti bahwa beberapa asam amino diberi kode oleh lebih dari satu triplet. Banyaknya degenerasi yang diketahui terjadi pada kode DNA menghilangkan kemungkinan suatu kode triplet dengan penegasan yang demikian itu, sebab jumlah katakatanya terlalu sedikit.

Advertisement

Kemungkinan ketiga ialah kode yang tidak bertumpang tindih dan tidak ditegaskan, yang dalam hal ini pembacaan-nya berawal dari suatu titik tertentu. Ini telah terbukti merupakan macam kode yang digunakan oleh semua organis-me yang pola kodenya telah diteliti. Jika pembacaan pesan genetika berawal dari titik tertentu pada pita DNA, maka penambahan atau penghapusan satu huruf saja akan meng-ubah pesan dari titik tempat penambahan atau penghapusan terjadi. Misalnya, jika urutan kata berhuruf tiga pada pita DNA itu CAT G T A GA G (yang akan terekam pada kode RNA sebagai GU A C AU CU C), penghapusan T kedua akan berarti bahwa urutan triplet akan terbaca CAT GAG AG …. Triplet pertama tetap tak berubah, tetapi semua urutan triplet berikutnya akan berubah. Penambahan basa secara kimia kepada suatu urutan DNA, akan mengubah pula urutan triplet di luar titik tempat basa itu ditambahkan. Suatu perubahan yang mengubah pembacaan semua triplet yang mengikutinya disebut perubahan kerangka.

Advertisement