Advertisement

Asal-mula Senyawa Organik, Unsur Karbon menunjukkan kemampuan luar biasa untuk bergabung langsung dengan atom karbon lain, sehingga membentuk molekul berisi rantai panjang atom-atom karbon. Oleh karena itu, pertalian antaratom-atom karbon memungkinkan pembentukan molekul yang sangat kompleks dan sangat bervariasi. Senyawa karbon disebut senyawa organik sebab senyawa ini jarang berada dalam alam ini, melainkan terdapat dalam bentuk hasil olahan makhluk hidup. Senyawa organik sebagian besar terdiri atas karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen, yaitu empat unsur yang menyusun molekul air, amonia, dan metan.

Sudah jelas bahwa senyawa organik dapat terbentuk dalam proses tidak hidup, seperti tindakan sinar ultraungu pada campuran bahan organik sederhana. Oleh karena itu di bawah pengaruh sinar ultraungu kosmik, metan yang berada dalam laut pada awal pembentukan bumi telah bereaksi dengan molekul metan lain, dengan air, dengan amonia dan dengan banyak senyawa sederhana yang ada, sehingga muncullah sejumlah molekul beraneka warna yang memiliki rantai atau ikatan karbon pendek atau panjang. Dengan jalan ini dianggap bahwa satuan kimia dasar untuk membentuk benda hidup telah tercipta. Satuan dasar itu tergolong ke dalam enam. kelompok zat kimia: gula, gliserol, asam lemak, asam amino, pirimidin, dan purin. Jika sekarang zat-zat ini dapat diperoleh, zat-zat ini segera saja diserap atau dipecah oleh bakteri atau jasad renik lain, tetapi dalam laut masa silam, sebelum kehidupan dimulai, tampaknya zat-zat ini telah terkumpul. Tentu saja ada kemungkinan bahwa satuan kimia dasar ini saling bergabung melalui berbagai cara, menghasilkan molekul yang begitu kompleks seperti polisakarida, lemak, protein, dan nukleotida.

Advertisement

Polisakarida dan lemak akan menjadi sumber utama energi kimia untuk makhluk hidup, sedangkan protein menjadi bahan pembentuk utama. Perkembangan protein juga penting sebab beberapa di antaranya berfungsi sebagai katalisator dalam sintesis molekul kompleks lain, dan menjadi enzim. Karena itu timbulnya enzim dapat mempercepat seluruh tempo perubahan kimia dalam laut masa awal dulu.

Purin dan pirimidin juga berperan sangat penting pada tahap akhir pembentukan makhluk hidup. Dalam penggabungannya dengan gula dan fosfat, zat-zat ini membentuk senyawa yang disebut nukleotida. Ratusan ribu macam nukleotida kemudian saling bergabung membentuk molekul raksasa yang sangat kompleks, yang dikenal dengan nama asam nukleat. Molekul ini merupakan yang pertama, dan sepanjang yang diketahui, masih merupakan satu-satunya molekul yang dilengkapi dengan kemampuan untuk membentuk replika tepat sama dengan dirinya; jadi molekul ini dapat memperbanyak diri. Kemampuan memperbanyak diri itu betapapun hebatnya, hanyalah merupakan salah satu dari kemampuan yang dimiliki oleh benda yang tersusun atas atom-atom. Fakta bahwa asam nukleat memiliki sifat ini semata-mata adalah akibat dari kompleksnya struktur bentukan dan struktur atom-atom tertentu. Karena kemampuan menduplikasi diri, tidaklah mengherankan bahwa asam nukleat menjadi molekul yang menyimpan informasi yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dengan lain perkataan, asam nukleat ini memiliki ‘cetak biru’ segala macam instruksi yang memberitahukan kepada individu baru bagaimana seharusnya berkembang dan berfungsi sebagai makhluk dewasa. Dengan perannya sebagai pembawa ‘informasi’ ini asam nukleat bergabung dengan protein dan membentuk nukleoprotein, yaitu molekul yang sejauh ini paling besar dan paling kompleks.

Advertisement