Advertisement

Vokal dan Konsonan, Di dalam bahasa seperti bahasa Perancis, tidak jarang ditemui konsonan dan vokal di dalam konteks yang sama; misalnya, dalam chaos /kao/ ‘kekacauan’ dan cap /kap/ ‘tanjung’, di dalam abbaye /abei/ ‘seminari’ dan abeille /abej/ ‘lebah’. Mengatakan bahwa kon­teksnya tidak sama karena persukukataannya berbeda, sama halnya dengan melupakan bahwa vokalitas dan kesukuan kata di sini bukan satu ciri yang sama. Meskipun demikian, lebih baik dibedakan antara sistem konsonan dan sistem vokal. Yang diharapkan dari konsonan dan vokal bukanlah bahwa mereka muncul dalam konteks yang sama, melainkan bahwa mereka muncul bergantian di dalam alur tuturan, artinya mereka harus berkontras.

Hal itu tidak berarti bahwa bunyi-bunyi tertentu tidak dapat, se­suai dengan konteksnya, memainkan peran sebagai puncak suku ka­ta, suatu hal yang wajar bagi sebuah vokal, atau sebagai penyerta puncak itu, yang diharapkan dari sebuah konsonan: [i] di dalam ba­nyak bahasa, merupakan puncak suku kata di depan konsonan dan membantu puncak suku kata di depan vokal: dalam bahasa Perancis vite ‘cepat’ dan viens ‘datang’; [1] merupakan puncak suku kata, atau dapat pula vokal, di dalam kata Inggris battle atau Cek vlk ‘serigala’, namun merupakan konsonan di dalam kata Inggris lake atau Cek leto ‘tahun’. Dalam kondisi seperti ini tidak ada alasan untuk membeda­kan dua fonem, yang satu vokal dan yang lain konsonan. Hal ini berlaku pula jika [i] di depan konsonan berganti dengan [j] di depan vo­kal. Kedua bunyi itu hanya berbeda karena [j] sedikit lebih tertutup daripada [i], dan bahwa tingkatan penutupan yang berupa tambahan itu adalah wajar untuk menandai kontras antara [j] dan vokal atau beberapa vokal yang dekat dengannya. Jika dalam bahasa Perancis perlu dibedakan antara fonem /j/ dan fonem /i/, itu adalah karena paye ‘membayar’ dan abeille ‘lebah’ tidak sama dengan pays ‘negeri’ dan abbaye ‘seminari’. Namun, perlu dicatat bahwa oposisi itu terne­tralisasi di tempat lain di luar akhir suku kata: dalam bahasa Peran­cis, orang tidak akan dapat membedakan dari viens ‘datang’ sebuah kata *vi-ens yang terdiri dari dua suku kata. Bahkan di dalam bahasa lain di mana harus dibedakan antara /i/ dan /j/, /u/ dan /w/, wajar bahwa ciri pentingnya menempatkan. /j/ dan /w/ di dalam sistem vokal daripada di dalam sistem konsonan.

Advertisement

Advertisement