Advertisement

Umrah menurut arti bahasa ialah ziarah. Dalam hukum fikih, istilah umrah berarti ziarah ke Baitullah untuk melakukan ta­waf (mengelilingi Ka’bah tujuh kali keli­ling) dan sal (bedalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali bolak-ba­lik). Ulama berbeda pendapat mengenai hukumnya. Ulama dari aliran Syafil dan Hambali berpendapat bahwa hukumnya adalah fardu (tidak dapat tidak harus di­lakukan) bagi siapa yang mampu, seperti

wajib haji. Alasan yang mereka kemuka­kan ialah ayat 196 surat al-Baqarah yang memerintahkan agar: “Sempurnakanlah oleh kalian haji dan umrah karena Allah.” Ayat tersebut menyamakan kewajiban menyempurnakan haji dan kewajiban me­nyempurnakan umrah.

Advertisement

Ulama dari kalangan Hanafi berpenda­pat bahwa umrah adalah sunnah (suatu anjuran), bukan merupakan kewajiban. Alasan yang mereka kemukakan adalah hadis yang diriwayatkan oleh Jabir yang menceritakan bahwa Rasulullah waktu di­tanya mengenai hukum melakukan urn-rah, is menjawab : Tidak wajib. (H.R. Tur­muzi).

Adapun rukun-rukun umrah yang ha­rus dilakukan ialah: ihram dengan niat umrah, tawaf di Ka’bah, dan sal di antara Safa dan Marwah. Setelah semuanya itu dilakukan, seseorang pun bertahallul (ke­luar dari ihram), dengan mencukur atau menggunting sekurangnya tiga helai ram-but. Dengan selesainya rukun-rukun ter­sebut, maka selesailah ibadat umrah dan berarti berakhirlah ihramnya.

Adapun miqat makani (tempat memu­lai ihram), khusus bagi orang yang datang dan luar Mekah, adalah sama dengan mi­qat ihram untuk ibadat haji (lihat Migat). Sedangkan bagi penduduk Mekah atau orang yang kebetulan sedang berada di Mekah yang mau melakukan ibadat urn-rah, miqatnya ialah keluar dan tanah ha-ram ke tanah halal, yaitu Tareim atau Ji’ranah. Tan’im adalah nama satu tempat yang jaraknya kira-kira 6 km dari Baitul­lah. Ia adalah miqat terdekat bagi pendu­duk Mekah dan Jemaah haji yang sedang berada di Mekah yang hendak melakukan umrah. Di Tan’im terdapat sebuah mesjid yang diberi nama dengan Mesjid Aisyah. Ia dinamakan demikian, karena diriwayat­kan bahwa dan situlah Siti Aisyah Um­mul—Mukminin melakukan salat dua ra­kaat dan berniat ihram untuk umrah, se­telah selesai mengerjakan haji bersama Ra­sulullah pada haji wada.

Selain Tan’im, miqat penduduk Mekah yang hendak melakukan ibadat umrah ialah nama satu tempat di luar tanah ha-ram, kira-kira 12 km dan Mekah.

 

Advertisement