Advertisement

Tenaga Artikulasi, Kami telah mengungkapkan di atas (2.28) bahwa desis dihasil­kan oleh geseran yang lebih bertenaga daripada konsonan malar apikal yang dilambangkan dengan [e] dan [a]. Dalam hal ini, tenaga geseran dihasilkan oleh kondisi yang mengharuskan volume udara yang sama melewati rongga yang lebih sempit pada [g] daripada pada [0]. Yang kami maksud dengan tenaga di sini adalah tenaga artikulasi pada umumnya, suatu tenaga yang sulit dilokalisasi, misalnya tenaga yang nampaknya membedakan acheter ‘membeli’ yang menggunakan [i] dari d jeter ‘untuk dibuang’ karena di depan [t] tak bersuara, [Z] hampir tidak terbedakan dari kecuali dengan adanya tambahan tenaga pada pelafalannya.

Tenaga umum itu, sekali digunakan tidak dapat secara mudah dimobilisasi. Itu sebabnya mengapa tenaga relatif tidak digunakan untuk membedakan bunyi yang satu dengan bunyi lainnya, dan hanya digunakan untuk menonjolkan sebuah suku kata di dalam sedap kata. Pada penonjolan itti, yang disebut tekanan, dapat di­tambahkan seperti yang akan kita lihat berikut ini (3.31). Selain te­naga artikulasi yang dalam bahasa Inggris disebut stress, juga vokal panjang dan apa yang mengikutinya dalam suku kata ini, serta be­berapa gerakan lengkung lagu pertuturan, dalam bahasa Inggris di­sebut pitch.

Advertisement

Advertisement