Advertisement

Tekanan dan Nada, Tekanan banyak menggunakan unsur-unsur lagu, mungkin le­bih banyak dari yang selama ini dacha orang. Tekanan merupakan ciri fisik yang sama dengan nada dan patutlah dipertanyakan jika sebuah bahasa dengan kondisi ini dapat menampilkan tekanan dan nada sebagai kenyataan bahasa yang berbeda. Sebenarnya, kita tidak dapat berbicara tentang tekanan di dalam bahasa yang semua suku katanya mungkin mendapat nada. Jika di dalam suatu bahasa, tekan­an dan nada hadir bersama, nada hanya beroposisi sebagai satuan pembeda di dalam suku kata yang bertekanan. Dengan kata lain, pe­nonjolan sebuah suku kata di dalam setiap satuan bertekanan dilakukan dengan mengorbankan kemungkinan membedakan nada di da­lam suku kata yang lain. Jadi, ada bahasa nada yang tidak memiliki tekanan, di mana setiap suku katanya mengandung sebuah nada pembeda, dan bahasa bertekanan nada di mana setiap kata atau satu­an bertekanannya hanya dapat memperoleh satu nada pembeda yang tempatnya dikaitkan dengan tempat tekanan. Dalam hal yang ter­akhir iM, orang cenderung melihat di dalam setiap nada, sebuah tipe tekanan, dan mengatakan bahwa bahasa itu membedakan dua nada yang berkaitan dengan tekanan, dan bahasa itu memiliki dua tipe tekanan. Dalam bahasa Swensk, kata anden ‘jiwa’ dibedakan dari anden ‘bebek’ oleh lengkung lagu yang berbeda, sehingga dapat di­sebut sebagai bahasa dengan dua tipe tekanan: tekanan sederhana pada anden ‘bebek’ dan tekanan kompleks pada anden ‘jiwa’. Orang sependapat untuk mengatakan bahwa bahasa Yunani-Attika memi­liki dua tekanan yang berbeda, tekanan “tirus” dan tekanan “circon­flexe” (tekanan “rendah” tidak merupakan satuan bahasa yang ber­beda), yang hanya beroposisi di suku kata terakhir suatu kata apabila suku kata tersebut mengandung vokal panjang atau sebuah diftong. Meskipun demikian, untuk dapat membedakan dengan jelas berbagai fungsinya, lebih baik dikatakan bahwa apabila tekanan jatuh pada suku kata terakhir, bahasa Yunani mengoposisikan dua nada jika su­ku kata tersebut mengandung sebuah vokal panjang atau sebuah dif­tong.

Advertisement
Advertisement
Filed under : Review,