Advertisement

Suku Kata, Secara sangat sederhana dapat dikatakan bahwa terdapat suku kata sebanyak vokal yang dipisahkan oleh konsonan. Karena vokal lebih terdengar daripada konsonan, nampaknya hal itu berarti bahwa setiap suku kata berkaitan dengan puncak lengkung keterdengaran. Kenyataan ini menjelaskan mengapa konsonan seperti [I] yang di­letakkan di antara dua konsonan yang kurang terdengar, seperti [v] dan [k], dapat memainkan peran sebagai puncak suku kata, seperti dalam kata Cek vlk “rubah”, atau vokal seperti [i] yang bersentuhan dengan vokal yang lebih terbuka, seperti [a], dalam konteks seperti [ia] atau [ai], tidak merupakan puncak suku kata yang terdengar oleh telinga. Namun, dua vokal yang kadar keterdengarannya berbeda sangat mungkin membentuk dua suku kata berurutan seperti dalam kata Perancis ebahi ‘tertegun’ atau dalarh kata Indonesia menyamai. Konsonan [u] dan [I], yang biasanya lebih terdengar daripada [t] atau [k], tidak membentuk suku kata tersendiri dalam kata Perancis quatre ], boucle [bukl]; meskipun [I] kurang terbuka diban­dingkan [a], ia tetap menjadi puncak suku kata tersendiri dalam kata Inggris beer [bI a] ‘bir’. Jadi, persukuan kata tergantung dari berbagai faktor dan tidak semuanya dapat dengan mudah dikenali.

Advertisement
Advertisement